Berita Denpasar
Pertamina Serahkan Bantuan 10 Kursi Roda dan 3 Unit Mesin Pembuat Dupa ke Rumah Berdaya Denpasar
Pertamina Serahkan Bantuan 10 Kursi Roda dan 3 Unit Mesin Pembuat Dupa ke Rumah Berdaya Denpasar Kembangkan Skizopreneu
Penulis: Putu Supartika | Editor: Marianus Seran
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Pertamina melaksanakan program CSR di Rumah Berdaya Denpasar, Senin 1 Agustus 2022.
Dimana program CSR ini dilakukan dengan menyerahkan sebanyak 3 unit mesin pembuat dupa tradisional.
Di rumah berdaya ini pihaknya mengembangkan Skizopreneur atau Skizoprenia Entrepreneur untuk produksi dupa herbal Arusaji.
Selain itu, juga menyerahkan sebanyak 10 unit kursi roda.
Penyerahan CSR ini juga dihadiri oleh Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara bersama Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede.
Fuel Terminal Manager Pertamina Patra Niaga Sanggaran, Firman Nugroho mengatakan, kegiatan CSR ini dilakukan untuk memberdayakan penyandang disabilitas khususnya Orang Dengan Skizofrenia (ODS) yang ada di rumah berdaya.
“Untuk langkah awal kami berikan mesin cetak dupa dupa sebanyak 3 unit dan juga bantuan kursi roda,” kata Firman.
Selain mesin, selanjutnya pihaknya juga akan memberikan pendampingan selama 3 sampai 5 tahun dalam pembuatan dupa ini bekerjasama dengan CV Dupa Ayur.
Baca juga: 8 Personel Ikut Pelatihan di AS, Wakapolda Bali Terima Kunjungan & Arahan Prakeberangkatan dari INL
“Nanti kami juga akan bantu pemasarannya termasuk dengan sistem digital marketing,” katanya.
Sementara untuk program CSR selanjutnya, pihaknya mengaku akan berkoordinasi dengan pengelola rumah berdaya dan Dinas Sosial Kota Denpasar.
Koordinator Rumah Berdaya, I Nyoman Sudiasa mengatakan, saat ini pihaknya masih proses pelatihan membuat dupa.
Pelatihan ini dilaksanakan selama seminggu, dimana dalam sehari satu mesin mampu membuat 600 – 700 batang dupa.
Baca juga: Tak Ingin Sinyal Lemot saat G20, Seluruh Tower Dioptimalkan
Sehingga dengan tiga mesin, dalam sehari bisa menghasilkan 1.200 – 1.400 batang dupa.
Dupa ini dikemas, dimana dalam satu kemasan berisi 60 batang dengan harga Rp 10 ribu per kemasan.
“Kami menggunakan campuran kayu cendana, menyan dan majegau untuk aromanya,” katanya.
Sebelum mendapatkan bantuan mesin ini, Rumah Berdaya juga sudah memiliki usaha dupa namun hanya sebatas pencelupan dan pengemasan.
“Dengan adanya mesin ini kami bisa buat sendiri, hanya membeli stik bambu dan juga bahan adonannya,” katanya. (*)