Berita Bangli
PULUHAN BABI MATI di Banjar Penarukan Bangli, Gejala Tidak Mau Makan dan BAB Berdarah
Sejak sepekan terakhir, puluhan ekor hewan ternak babi dikabarkan mati di Wilayah Banjar Penarukan, Bangli.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
"Kemungkinan babi terserang virus.
Karenanya kami berharap pihak dinas agar turun untuk melakukan pengecekan," pintanya.
Selain penyakit yang menyerang hewan ternak babi, Parsa mengatakan seekor sapinya diduga juga terserang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Gejalanya muncul buih dari mulut, dan sapi tidak mau makan.
Namun karena tak kunjung ada penanganan, pihaknya melakukan pengobatan secara mandiri.
"Saya gunakan cairan air garam yang dicampur madu, cuka dan lemon.
Astungkara setelah tiga hari disemprot secara rutin, kondisi sapi sudah mulai membaik," sebutnya.
Sementara itu, anggota DPRD Bangli, I Nengah Reken, mendesak pihak dinas terkait dalam hal ini Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) agar segera turun melakukan pengecekan.
Reken menilai sebaran penyakit, yang terjadi akhir-akhir ini membuat masyarakat was-was.
"Kami minta pihak dinas segera melakukan pemeriksaan, pengambilan sampel, dan informasikan hasil uji sampel tersebut pada masyarakat.
Dengan demikian masyarakat tahu ternaknya kena penyakit apa, dan berikan pula edukasi tentang tata cara penanganannya.
Sehingga ada antisipasi.
Kasihan masyarakat niatnya investasi malah rugi," sebutnya.
Terpisah, Kepala Dinas PKP Bangli, I Made Alit Parwata dikonfirmasi soal penyakit yang terjadi di wilayah Banjar Penarukan, Desa Persiapan Pulasari, mengaku belum mengetahuinya.
Ia menduga kematian babi yang terjadi akibat salah dalam pemberian pakan.
"Kami akan segera melakukan pengecekan," ucapnya. (*)