Berita Jembrana

Kebakaran di Jembrana, Armada Damkar Hanya Ada Tiga Unit Dua Mobil Berusia 30 Tahun

Sebanyak 19 kejadian kebakaran terjadi di Jemnrana dalam kurun waktu 6 bulan ini. Peristiwa tersebut diakibatkan oleh berbagai hal dan terjadi di ruma

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Harun Ar Rasyid
Made Coco
Suasana penanganan kebakaran di sebuah rumah kosong di Jalan Udayana, Kecamatan Negara, Jembrana, Senin 1 Agustus 2022 kemarin. 

NEGARA, TRIBUN BALI - Sebanyak 19 kejadian kebakaran terjadi di Jemnrana dalam kurun waktu 6 bulan ini.

Peristiwa tersebut diakibatkan oleh berbagai hal dan terjadi di rumah, hutan, hingga kendaraan.

Namun begitu, ternyata dengan jumlah kebakaran tersebut Pemkab Jembrana hanya memiliki 3 unit armada.

Mirisnya, dua unit mobil damkar berusia hampir 30 tahun.

Menurut data yang berhasil diperoleh, 19 peristiwa kebakaran terjadi pada periode Januari-Juli 2022 di sejumlah wilayah.

Suasana penanganan kebakaran di sebuah rumah kosong di Jalan Udayana, Kecamatan Negara, Jembrana, Senin 1 Agustus 2022 kemarin.
Suasana penanganan kebakaran di sebuah rumah kosong di Jalan Udayana, Kecamatan Negara, Jembrana, Senin 1 Agustus 2022 kemarin. (Made Coco)

Rinciannya, di Kecamatan Jembrana sebanyak 4 kejadian, 8 kejadian di Kecamatan Negara, di Kecamatan Mendoyo tercatat 3 kejadian. Kemudian di Kecamatan Pekutatan tercatat ada 3 kejadian dan di Kecamatan Melaya tercatat ada 1 kejadian.

Kasat Pol PP Jembrana, I Made Leo Agus Jaya menyebutkan, hingga saat ini jumlah rmada Damkar Jembrana yang masuk kategori efektif hanya ada 3 unit ditambah dua unit mobil tangki penyuplai air dengan total penampungan 5.000 liter air. Mirisnya, tahun pembuatan kendaraan penangana kebakaran itu pada 1994. Ada dua unit mobil damkar berusia 28 tahun dan satu unit lagi tahun 2015.

"Yang pembuatan 1994 itupun hibah dari Pemerintah Jepang dulu. Sehingga kami juga kesulitan terkait sparepartnya," jelas Leo Agus Jaya saat dikonfirmasi, Selasa 2 Agustus 2022.

Menurutnya, dengan kondisi armada yang sedemikian rupa masih bisa memberikan layanan terutama untuk wilayah kota meskipun agak kewalahan. Sehingga, ia berharap kedepannya bisa ditambah agar pelayanan bisa lebih maksimal.

"Artinya masih bisa tertangani dengan sekup kota kecil ini. Tetapi alangkah baiknya ada (armada) yang sehat lagi," ungkap Leo.

Disinggung mengenai jumlah ideal armada damkar di Jembrana yang notabene memiliki 5 Kecamatan ini, mantan Camat Jembrana ini menerangkan jika melihat topologi Jembrana saat ini seharusnya ada satu unit armada di setiap kecamatan. Namun karena kondisi, dua kecamatan terjauh dari pos yakni Kecamatan Pekutatan dan Kecamatan Melaya.

Sebab untuk tiga kecamatan wilayah kota seperti Mendoyo, Jembrana dan Negara masih bisa dijangkau. Mengingat, estimasi waktu dari Pos Damkar sampai di TKP maksimal 20 menit. Sedangkan untuk menjangkau dua kecamatan terjauh melebihi waktu dan kerap terlambat lakukan penanganan.

"Dulunya ada masing-masing satu unit armada di kecamatan tersebut. Tapi, karena kendaraannya sudah dem (tak bisa digunakan). Biasanya dulu yang di kecamatan itu lakukan penanganan awal kemudian dibantu dari kita yang Kabupaten. Sekarang itu sudah ada karena keterbatasan kendaraan atau armadannya," ujarnya sembari menyebutkan bahwa untuk di kecamatan tak perlu kendaraan yang besar karena diperlukan untuk penanganan awal saja.

Disingung mengenai usulan ke Pemerintah Kabupaten Jembrana, Leo Agus Jaya menegaskan pada setiap kesempatan sudah mengusulkan. Baik melalui pemerintah daerah dan juga pemandangan dewan. Namun, kembali lagi pada kemampuan keuangan daerah yang terbatas. Sebab, harga per satu unit mobil damkar mencapai Rp 1,7 Miliar.

"Kita usulkan di setiap kesempatan. Tapi harganya juga mahal yakni Rp 1,7 Miliar. Berbeda dengan mobil tangki yang masih bisa dijangkau dengan APBD. Artinya kami tetap berharap bisa dibantu agar ditambah lagi dengan menyesuaikan anggaran yang ada. Karena kita ketahui keadaan anggaran kita di Jembrana yang terbatas," tandasnya.

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved