Berita Klungkung

TIDAK ADA DANA, Lomba Serangkaian Peringatan Hari Kemerdekaan Ditiadakan di Klungkung

Lomba peringatan kemerdekaan di Klungkung ditiadakan tahun ini. Hal ini lantaran tidak ada dana alokasi yang dianggarkan karena pandemi Covid-19.

Eka Mita
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Klungkung dapat dipastikan tidak akan sesemarak peringatan kemerdekaan sebelum pandemi Covid-19. Hal ini lantaran berbagai kegiatan Lomba ditiadakan, karena tidak dianggarkan alias tidak ada dana. Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Klungkung, Gusti Agung Gde Putra Mahajaya, menjelaskan serangkaian peringatan kemerdekaan RI ke-77 tidak sesemarak peringatan kemerdekaan sebelum adanya pandemi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang bersifat Lomba harus ditiadakan untuk tahun ini. "Karena anggarannya (peringatan kemerdekaan tahun ini) dibuat tahun 2021. Saat itu pandemi Covid-19 belum landai seperti sekarang, sulit memprediksinya. Makanya untuk kegiatan Lomba dalam rangka menyemarakan peringatan kemerdekaan RI tahun ini tidak ada anggaran,” ujar Gusti Agung Gde Putra Mahajaya, yang juga Ketua panitia peringatan kemerdekaan RI ke-77 di Klungkung. 

TRIBUN-BALI.COM - Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Klungkung dapat dipastikan tidak akan sesemarak peringatan kemerdekaan sebelum pandemi Covid-19.

Hal ini lantaran berbagai kegiatan Lomba ditiadakan, karena tidak dianggarkan alias tidak ada dana.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Klungkung, Gusti Agung Gde Putra Mahajaya, menjelaskan serangkaian peringatan kemerdekaan RI ke-77 tidak sesemarak peringatan kemerdekaan sebelum adanya pandemi Covid-19.

Sejumlah kegiatan yang bersifat Lomba harus ditiadakan untuk tahun ini.

"Karena anggarannya ( peringatan kemerdekaan tahun ini) dibuat tahun 2021.

Saat itu pandemi Covid-19 belum landai seperti sekarang, sulit memprediksinya.

Makanya untuk kegiatan Lomba dalam rangka menyemarakan peringatan kemerdekaan RI tahun ini tidak ada anggaran,” ujar Gusti Agung Gde Putra Mahajaya, yang juga Ketua panitia peringatan kemerdekaan RI ke-77 di Klungkung.

Baca juga: 2.095 NAKES Jadi Sasaran Vaksinasi Dosis Keempat di Klungkung Mulai 6 Agustus 2022

Baca juga: 50 KK Miskin di Klungkung Digelontor Bantuan Hidroponik Senilai Rp48 Juta

Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Klungkung dapat dipastikan tidak akan sesemarak peringatan kemerdekaan sebelum pandemi Covid-19.

Hal ini lantaran berbagai kegiatan Lomba ditiadakan, karena tidak dianggarkan alias tidak ada dana.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Klungkung, Gusti Agung Gde Putra Mahajaya, menjelaskan serangkaian peringatan kemerdekaan RI ke-77 tidak sesemarak peringatan kemerdekaan sebelum adanya pandemi Covid-19.

Sejumlah kegiatan yang bersifat Lomba harus ditiadakan untuk tahun ini.
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Klungkung dapat dipastikan tidak akan sesemarak peringatan kemerdekaan sebelum pandemi Covid-19. Hal ini lantaran berbagai kegiatan Lomba ditiadakan, karena tidak dianggarkan alias tidak ada dana. Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Klungkung, Gusti Agung Gde Putra Mahajaya, menjelaskan serangkaian peringatan kemerdekaan RI ke-77 tidak sesemarak peringatan kemerdekaan sebelum adanya pandemi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang bersifat Lomba harus ditiadakan untuk tahun ini. "Karena anggarannya (peringatan kemerdekaan tahun ini) dibuat tahun 2021. Saat itu pandemi Covid-19 belum landai seperti sekarang, sulit memprediksinya. Makanya untuk kegiatan Lomba dalam rangka menyemarakan peringatan kemerdekaan RI tahun ini tidak ada anggaran,” ujar Gusti Agung Gde Putra Mahajaya, yang juga Ketua panitia peringatan kemerdekaan RI ke-77 di Klungkung. (Eka Mita)

Meskipun demikian, pihal panitia tetap mengadakan kegiatan lain seperti senam, bersih-bersih pantai, karnaval.

"Upacara peringatan yang bersifat wajib, juga tetap dilaksanakan secara luring (langsung)," jelasnya.

Sementara itu pemasangan bendera merah putih juga belum dilaksanakan semua kantor di Klungkung.

Bahkan ada kantor pemerintahan, hingga Minggu (7/8/2022) sama sekali belum memasang atribut merah putih, untuk menyemarakan peringatan hari kemerdekaan.

Padahal Menteri Dalam Negeri dalam surat nomor 003.1/4397/SJ, meminta para gubernur dan bupati/wali kota untuk mendukung Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih.

Dalam surat itu dijelaskan, gerakan ini dilandasi pemikiran bahwa bendera merah putih merupakan identitas, simbol, dan alat pemersatu masyarakat Indonesia, yang selama bulan kemerdekaan akan berkibar di seluruh wilayah Indonesia.

Pemerintah daerah diimbau untuk melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pimpinan instansi lainnya, serta menugaskan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik sebagai koordinator pelaksanaan.

Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih dilaksanakan dengan menggalang partisipasi dan swadaya masyarakat, baik yang bersifat pribadi, kelompok, organisasi kemasyarakatan, unsur pemerintah dan swasta.

Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Wayan Parna menjelaskan, akan turun denganmobil keliling, mengingatkan kembali pemasangan bendera merah putih yang sudah dimulai sejak tanggal 1 Agustus 2022. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved