Berita Tabanan

Desa Mundeh Kangin Dijadikan Agrowisata Durian, Gandeng Kelompok Tani, Kembangkan Durian Lokal

Desa Mundeh Kangin, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, akan dijadikan agrowisata durian. Hal ini merujuk dengan potensialnya durian untuk

istimewa
Kadis Pertanian Subagia. (dok) 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Desa Mundeh Kangin, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, akan dijadikan agrowisata durian.

Hal ini merujuk dengan potensialnya durian untuk dikembangkan di desa tersebut. Kemudian, harga durian kini juga tengah tinggi dan belum sepenuhnya pasar di Bali tercukupi.

Kepala Dinas pertanian Tabanan, I Made Subagia menyatakan, bahwa pihaknya menggandeng dua kelompok tani yakni 

Kelompok Tani Merta Harum dan Kelompok Tani Tunas Merta, untuk membuat Kampung Durian. Pemeritnah daerah menilai bahwa dua kelompok itu dapat mengembangkan atau memperkuat hasil hortikultura khususnya komoditi durian di kawasan desa Mundeh Kangin.

“Kami mencoba memperkuat potensi yang ada. Dua kelompok di desa itu akan mengemas desa menjadi kampung durian. Keberadaan kampung durian ini kedepan juga bisa menjadi kawasan agrowisata baru di Tabanan. Apalagi dua kelompok tani yang dilibatkan sangat antusias,” ucapnya Kamis 11 Agustus 2022.

Baca juga: Bupati Jembrana Malu Lihat Sekolah Rusak Sampai Siswa Belajar di Tempat Parkir

Dijelaskannya, bahwa dulu durian menjadi komoditi yang terabaikan. Alasannya, durian bisa tidak laku atau kabeh sehingga dibuang oleh pemilik kebun. Nah, saat ini, belakangan ini apalagi, durian memiliki bergaining (daya tawar), di masyarakat dan sangat diminati. Karena adanya pengemasan yang baik, kemudian juga bisa diawetkan dengan cara di tempat di mesin pendingin, alhasil tidak akan rusak.

“Jadi sudah mengarah ke pengemasan sehingga tidak cepat rusak,” ungkapnya.

Subagia merinci, untuk pengeloaan lahan sendiri, dari kelompok tani Merta Harum mencakup luasan lahan sekitar 63,9 Hektare. Dan pohon durian yang ditanam adalah durian lokal dan premium seperti musang king, duri hitam, bawor, super tembaga, namlung, dan kane atau montong. Dimana untuk jumlah pohon durian lokal yang sudah produksi sebanyak 476 pohon, dan yang belum produksi  sebanyak 808 pohon. Sedangkan untuk jumlah pohon durian premium yang baru ditanam sebanyak 2.352 pohon dan yang sudah produksi  sebanyak 97 pohon (dari jenis durian kane).

Sementara itu untuk kelompok tani tunas merta, luas lahan 57,13 Ha. Jenis pohon durian yang ditanam adalah durian lokal  dan premium (musang king, duri hitam, bawor, super tembaga, namlung, kane/montong). Jumlah pohon durian lokal yang sudah produksi sebanyak 711 pohon, dan belum produksi sebanyak 974 pohon.  Kemudian, untuk jumlah pohon durian premium yang baru di tanam sebanyak 1.362 pohon dan yang sudah produksi sebanyak 97 pohon (dari jenis durian kane).

Baca juga: Brigadir J Diduga Ungkap Cinta Terlarang Ferdy Sambo, Ngaku ke Vera Simanjuntak Mau Dibantai

“Bahkan di desa itu juga membuat aturan sejenis perarem untuk lebih memperkuat dan menjaga kawasan potensi.

Termasuk dengan keberadaan kampung durian ini juga membantu memberikan peluang kerja bagi mereka yang memang tidak memiliki lahan durian. Misalnya saja, menjadi tukang pungut durian jatuh dan dibawa ke pengepul atau istilahnya gojeg durian,” bebernya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved