Berita Buleleng

KKN Unud Gelar Sosialisasi serta Pelatihan MOL dan Eco-Enzyme, Usung Konsep Pengabdian Berkelanjutan

Sasaran dari kegiatan ini ditujukan kepada kelompok yang bergerak di bidang pertanian yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sawan.

Istimewa
KKN Unud Gelar Sosialisasi serta Pelatihan MOL dan Eco-Enzyme, Usung Konsep Pengabdian Berkelanjutan 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan oleh gabungan mahasiswa dari 13 fakultas se- Universitas Udayana menggelar Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL) dan Eco-Enzyme di Kantor Desa Sawan, Buleleng pada Rabu (10/8).

Sasaran dari kegiatan ini ditujukan kepada kelompok yang bergerak di bidang pertanian yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sawan.

Baca juga: Cegah Wabah PMK, KKN Unud dan Pemerintah Desa Singakerta Gelar Sosialisasi dan Pemberian Disinfektan

Baca juga: Cegah Wabah PMK, KKN Unud dan Pemerintah Desa Singakerta Gelar Sosialisasi dan Pemberian Disinfektan

Sosialisasi dan pelatihan yang membawa spirit Tri Dharma Perguruan Tinggi ini difasilitasi oleh Sekretaris Desa Sawan, Nyoman Saptalana dengan dibersamai oleh Made Pancayasa sebagai perwakilan dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Sawan.

Narasumber dari kegiatan ini yaitu Dr. I Gede Setiawan Adi Putra, S.P., M.Si. selaku Dosen Fakultas Pertanian Universitas Udayana.

I Gede Setiawan Adi Putra dalam pemaparan materinya menyampaikan bahwa, melalui kegiatan ini dapat menjadi pemantik bagi masyarakat untuk berpikir kreatif dan out of the box.

“Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini, yaitu meningkatkan kreativitas ditataran masyarakat desa sehingga masyarakat mau berpikir out of the box. Agar kemudian masyarakat desa tidak terkungkung dengan kebiasaan lama sehingga susah untuk menjadi maju. Dengan belajar dunia pertanian yang up to date maka dapat mendatangkan hasil yang baik untuk diri sendiri maupun keluarga”, tuturnya melalui rilis yang diterima Tribun-Bali pada Rabu (11/8).

KKN Unud Gelar Sosialisasi serta Pelatihan MOL dan Eco-Enzyme, Usung Konsep Pengabdian Berkelanjutan
KKN Unud Gelar Sosialisasi serta Pelatihan MOL dan Eco-Enzyme, Usung Konsep Pengabdian Berkelanjutan (Istimewa)

Pada kegiatan ini juga diadakan demo pembuatan MOL dan Eco-Enzyme yang dipandu langsung oleh narasumber dan dipraktikkan langsung oleh peserta.

Bahan yang digunakan untuk MOL diantaranya ikan asin busuk, air kelapa, air cucian beras dan gula merah/molase yang dicampur dan difermentasi kurang lebih selama 14 hari hingga tercium bau cuka/masam.

Sedangkan untuk pembuatan Eco-Enzym menggunakan bahan segar berupa limbah kulit buah.

Baca juga: MoU Pemkab Badung Dengan FEB Unud, Komitmen Ciptakan Sumber Daya Manusia Berkualitas

Baca juga: MoU Pemkab Badung Dengan FEB Unud, Komitmen Ciptakan Sumber Daya Manusia Berkualitas

Sosialisasi dan pelatihan ini sangat diapresiasi oleh KWT, terlebih lagi hingga berencana melakukan praktik mandiri untuk pembuatan MOL dan Eco-Enzyme.

“Kami sangat salut dan mengapresiasi sosialisasi pembuatan pupuk organik dan sangat bermanfaat bagi kelompok KWT kami. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Unud di Desa Sawan karena langsung memberikan pelatihan pembuatan MOL dan Eco-Enzyme. Setelah ini, maunya kami coba bikin sendiri nanti di rumah menggunakan sampah buah dan digunakan untuk tanaman sendiri di rumah”, ujar Komang Serniti, Ketua KWT.

Salah seorang mahasiswa Fakultas Hukum Unud Made Cadusa Suarsa dalam sesi diskusi menyampaikan bahwa, kebermanfaatan bagi masyarakat adalah muara dari kuliah kerja nyata.

“Posisi kami jelas, dimana tanah dipijak maka disana harus berdampak. Artinya, kebermanfaatan bagi masyarakat adalah muara dari kuliah kerja nyata. Sebagai penutup, pengabdian harus terus digelorakan agar teori tidak sekedar menjadi bahan hafalan dan goresan hitam di atas putih”, ucap Made Cadusa Suarsa.

Baca juga: Cegah PMK Kembali Mewabah di Gianyar, FKH Unud Adakan Biosekuriti Kandang Sapi 

Baca juga: Cegah PMK Kembali Mewabah di Gianyar, FKH Unud Adakan Biosekuriti Kandang Sapi 

Enga Prinda Adu selaku Wakil Koordinator Desa (Wakordes) KKN Sawan dalam penutupannya menyampaikan harapan agar pembuatan MOL dan Eco-Enzyme bisa dilakukan secara berkelanjutan.

“Saya berharap output dari sosialisasi ini dapat diterapkan secara berkelanjutan dan berkesinambungan oleh KWT yang selanjutnya berdampak luas bagi masyarakat Sawan”, tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved