Berita Bali

Dugaan Korupsi BUMDes Gema Matra Pucaksari Buleleng, Eksepsi Terdakwa Masdarini Ditolak

Upaya hukum eksepsi yang dilakukan terdakwa terdakwa Ni Putu Masdarini (48) atas dugaan korupsi BUMDes Gema Matra kandas setelah eksepsinya ditolak.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Tersangka Ni Putu Masdarini saat ditahan penyidik Kejari Buleleng. Mantan BUMDes Gema Matra Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng ini diduga melakukan tindakan korupsi 

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Upaya hukum eksepsi yang dilakukan terdakwa terdakwa Ni Putu Masdarini (48) kandas.

Ini setelah eksepsi atau keberatan yang diajukan mantan Bendahara BUMDes Gema Matra itu ditolak majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar.

Sebelumnya, Masdarini mengajukan keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum terkait kasus dugaan korupsi BUMDes Gema Matra Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng.

Baca juga: Berdua Bagi Uang Nasabah, Kasus Dugaan Korupsi BUMDes Gema Matra Pucaksari Buleleng

Dengan ditolaknya eksepsi terdakwa, sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembuktian dakwaan jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kejari Buleleng.

"Dengan ditolaknya eksepsi terdakwa, Minggu depan kami akan hadirkan saksi ahli dan saksi kunci yaitu terpidana I Nyoman Jinarka selaku Ketua BUMDes Gema Matra,” ungkap Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) sekaligus humas Kejari Buleleng, AA Ngurah Jayalantara saat dihubungi, Senin, 15 Agustus 2022.

Diketahui, jaksa penuntut umum dalam surat dakwaan mendakwa terdakwa Masdarini dengan dakwaan alternatif. Yakni melanggar Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 huruf a dan b, ayat (2) dan ayat (3) UU tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Dan atau Pasal 3 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf a dan b, ayat (2) dan ayat (3) UU yang sama.

Diungkap dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum, terdakwa Masdarini selaku bendahara BUMDes Gema Matra, Pucaksari, Busungbiu, Buleleng, memperkaya diri sebesar Rp94 juta.

Baca juga: KORUPSI, Mantan Bendahara BUMDes Pucaksari Buleleng Ditahan,Uang Nasabah Digunakan Keperluan Pribadi

Dalam kasus ini terdakwa tidak sendiri melakukan perbuatannya. Turut terdakwa Jinarka (divonis 14 bulan) selaku manager memperkaya diri sebesar Rp150,7 juta. Juga saksi Gede Eri Apriana memperkaya diri sebesar Rp5 juta. Jumlah kerugian keuangan negara dalam kasus ini Rp 250 juta lebih.

“Modal awal BUMDes Gema Matra berasal dari bantuan Pemprov Bali tahun 2012 sebesar Rp1 miliar lebih,” jelas Jayalantara.

Bantuan tersebut diperuntukkan unit simpan pinjam Rp400 juta, unit Pertokoan Waserda Rp400 juta, pembangunan gedung Rp 200 juta, dan operasional Rp20 juta.

Terdakwa Jinarka telah menyalurkan pinjaman melalui banjar adat yang ada di wilayah Desa Pucaksari dengan bunga 1 persen per bulan untuk masyarakat miskin, dan 1,5 persen per bulan untuk kelompok dan usaha kecil menengah serta masyarakat lainnya.

Pada awalnya pengembalian pinjaman ke kas BUMDes Gema Matra berjalan dengan lancar. Namun, sekitar 2013 dan tahun 2014, pengembalian cicilan dibawa langsung oleh Jinarka pada saat Masdarini tidak ada ditempat.

"Saat ditanya Jinarka mengatakan akan melunasinya sampai jumlah uang setoran yang dibawa dalam sebesar Rp 77,7 juta," jelas Jayalantara.

Terdakwa Masdarini selaku bendahara dalam melakukan pengelolaan dana tidak sesuai dengan petunjuk teknis. Semestinya dia menyimpan dana/kas pada rekening BUMDes ataupun brankas yang ada di Kantor BUMDes. Faktanya terdakwa malah membawa uang kas pulang ke rumahnya.

"Terdakwa telah menggunakan dana pengembalian kredit dari nasabah yang diterimanya untuk kepentingan pribadi," ungkap Jayalantara. (*)

 

Berita lainnya di Dugaan Korupsi di Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved