Berita Klungkung

Pangempon Khawatir Area Pura Ratu Pasek Roboh, Temui Bupati Klungkung untuk Mencari Solusi

Pengempon Pura Ratu Pasek menemui Bupati Klungkung, kemiringan tanah sekitar 90 derajat

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Pengempon Pura Penataran Agung Catur Parahyangan Ratu Pasek Linggih Ida Bhatara Mpu Ghana bertemu dengan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Kamis 18 Agustus 2022 - Pangempon Khawatir Area Pura Ratu Pasek Roboh, Temui Bupati Klungkung untuk Mencari Solusi 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Pengempon Pura Penataran Agung Catur Parahyangan Ratu Pasek Linggih Ida Bhatara Mpu Ghana melaksanakan pertemuan dengan Klungkung'>Bupati  Klungkung I Nyoman Suwirta, Kamis 18 Agustus 2022.

Pertemuan yang digelar di Ruang Rapat Klungkung'>Bupati  Klungkung ini, untuk mencari solusi terkait kondisi pura mereka yang terancam akibat adanya aktivitas pengerukan bukit di kawasan tersebut.

Ketua Pangempon Pura Penataran Agung Catur Parhyangan Ratu Pasek di Punduk Dawa, I Wayan Pandu Prapanca Lagosa menjelaskan, saat ini kondisi kemiringan tanah akibat dari pengerukan bukit di sisi timur pura tersebut memiliki kemiringan sekitar 90 derajat.

Ditambah kondisi tanah yang gembur, sehingga membuat pihaknya sangat khawatir pura milik warga Pasek se Nusantara itu roboh.

Baca juga: Bertemu Bupati Suwirta, Pengempon Khawatir Pura Ratu Pasek Roboh, Pengerukan Picu Kemiringan

"Takutnya saat musim hujan, tanah yang sudah miring itu longsor. Jika tanah tergerus, pura yang kami banggakan bisa roboh," ujar Wayan Pandu Prapanca Lagosa, Kamis 18 Agustus 2022.

Dirinya pun merinisiatif untuk bertemu dengan Klungkung'>Bupati  Klungkung, I Nyoman Suwirta terkait kondisi ini.

Jika dibiarkan, kondisi ini menurutnya sangat membahayakan keberadaan pura.

"Paling penting kami bisa diskusi terkait persoalan ini. Khawatirnya nanti jika tidak segera ditangani, tanah disekitar pura ini bisa longsor," ungkapnya.

Dari hasil pembahasan tersebut, pihak pengempon pura lalu berencana akan membangun senderan untuk mengamankan pura.

Senderan itu ditafsir anggarannya mencapai Rp 5 miliar.

"Tadi dari Pemda Klungkung ada solusi untuk dana hibah. Nanti kami bersama-sama pihak kabupaten akan berjuang ke provinsi, agar ada penyenderan terhadap pura tersebut," harapnya.

Sementara itu Klungkung'>Bupati  Klungkung I Nyoman Suwirta menjelaskan, Pemkab Klungkung sudah menghentikan pengerukan bukit yang dikeluhkan pengempon pura pada Jumat 5 Agustus 2022 lalu.

Dilanjutkan Senin 15 Agustus 2022, Satpol PP Klungkung memasang spanduk larangan aktivitas pengerukan di lokasi tersebut.

"Permohonan hibah ke gubernur, saya akan coba berbicara dengan gubernur. Paling penting nanti usulan senderan pura ini masuk, saya akan ikut bicara untuk menjaga keselamatan pura," jelas Suwirta. (*).

Kumpulan Artikel Klungkung

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved