Berita Gianyar

ENAM KORBAN Luka Bakar Ngaben di Blahbatuh Dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah, Ini Perkembangannya 

Enam korban luka bakar Ngaben di Blahbatuh, Gianyar dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah, Denpasa

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: I Putu Juniadhy Eka Putra
Tribun-Bali.com/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Dr.dr.Agus Roy Rusly Hariantana Hamid,SpBP-RE(K),FICS selaku Staf Medis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik RSUP Prof IGNG Ngoerah ketika ditemui pada, Sabtu 20 Agustus 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - ENAM KORBAN Luka Bakar Ngaben di Blahbatuh Dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah, Ini Perkembangannya.

Enam korban luka bakar Ngaben di Blahbatuh, Gianyar dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah, Denpasar.

Ketika ditemui, Dr.dr.Agus Roy Rusly Hariantana Hamid,SpBP-RE(K),FICS selaku Staf Medis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik RSUP Prof

IGNG Ngoerah mengatakan dua korban diantaranya mengalami luka bakar parah 94 hingga 98 persen. 

"Enam korban ya untuk yang diruang isolasi memang cukup berat dua korban karena luas luka bakarnya lebih dari 90 persen. Jadi saat ini kondisinya belum stabil. Saya belum bisa menjanjikan untuk kedepannya. Jadi yang perlu observasi ketat ya memang Ruang Iso 1 dan Ruang Iso 2," jelasnya pada, Sabtu 20 Agustus 2022. 

Sementara untuk 4 korban sisanya saat ini kondisi masih naik turun karena masih belum lewat 24 jam.

Peristiwa mengerikan terjadi dalam upacara ngaben di Selat Belega, Blahbatuh, Gianyar, Bali, Jumat 19 Agustus 2022.

Akibat kompor mayat meledak, sejumlah krama yang ada di setra setempat mengalami luka bakar serius.

Saat berita ini ditulis, para korban tengah menunggu penanganan di RSUD Sanjiwani, Gianyar, Bali. 

Seorang penunggu pasien di ruang UGD RSUD Sanjiwani Gianyar, Koming Astana, mengatakan jumlah korban dari kompor mayat meledak tersebut cukup banyak.
Peristiwa mengerikan terjadi dalam upacara ngaben di Selat Belega, Blahbatuh, Gianyar, Bali, Jumat 19 Agustus 2022. Akibat kompor mayat meledak, sejumlah krama yang ada di setra setempat mengalami luka bakar serius. Saat berita ini ditulis, para korban tengah menunggu penanganan di RSUD Sanjiwani, Gianyar, Bali.  Seorang penunggu pasien di ruang UGD RSUD Sanjiwani Gianyar, Koming Astana, mengatakan jumlah korban dari kompor mayat meledak tersebut cukup banyak. (weg)

Namun hingga sampai saat ini masih stabil karena luka bakarnya kurang dari 80 persen. Untuk pemulihannya, perawatan diperlukan hingga 3 bulan itupun jika kondisi pasien dapat bertahan atau survive. 

Baca juga: KEBAKARAN Rumah Makan Pok Pok Ulu, Diduga Korsleting Listrik dan Ledakan Tabung Gas

"Kita tim unit luka bakar, perawat dan bedah plastik melakukan yang terbaik disini. Saya minta berdoa untuk semua agar aman dan lancar. Kita sudah lakukan pembersihan luka, kita lakukan eskaret tomi kita buka jaringan-jaringan mati yang menjerat dada, tangan, dan kaki kemarin di UGD. Untuk bisa dalam waktu fase akut bisa bernafas dengan baik. Karena kemarin benar-benar terjerat dadanya," tambahnya. 

Dari RSUD Sanjwani hanya ada 6 pasien yang dirujuk. Dari 6 pasien tersebut yang paling berat ada 3 pasien lalu 3 pasien lainnya cukup stabil saat ini. Empat pasien lainnya sadar, sementara dua pasien lainnya masih dibius hingga tidur.

Salah satu korban yang masih berusia anak-anak yakni bernama I Kadek Gian Permana Putra (14) mengalami luka bakar hingga 94 persen. 

"Untuk menstabilkan belum bisa dijanjikan karena luas luka bakar lebih dari 80-90 persen cukup berat. Dengan bantuan mesin saja masih belum stabil apalagi tanpa mesin. Usia sangat mempengaruhi biasanya dibawah 50 tahun atau anak-anak sangat stabil kasus luka bakar," tutupnya. 

Palang Merah Indonesia (PMI) Gianyar, Bali, juga turun ke Desa Selat Belega, Blahbatuh, Gianyar, saat mendapat informasi adanya insiden kompor mayat meledak saat upacara ngaben, Jumat 19 Agustus 2022.
Palang Merah Indonesia (PMI) Gianyar, Bali, juga turun ke Desa Selat Belega, Blahbatuh, Gianyar, saat mendapat informasi adanya insiden kompor mayat meledak saat upacara ngaben, Jumat 19 Agustus 2022. (weg)

Adapun enam data pasien yang dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah yakni I Gusti Made Budiarta (49), I Kadek Gian Permana Putra (14), I Kadek Dwi Putra Jaya (30), I Ketut Adi Wiranata (32), Bagus Oskar Norizon Ninu (33), dan I Gusti Ngurah Pradita (11). Untuk I Gusti Ngurah Pradita mengalami luka bakar dibawah 80 persen.

Kronologi Isiden Kompor Mayat Meledak di Gianyar

Kelian Desa Adat Selat Belega, I Wayan Suartawan mengatakan sebelum insiden meledaknya kompor pembakaran mayat di Setra Desa Adat Belaga, warga sempat mendengar suara dentuman keras di tangki kompor.

Setelah itu diikuti dengan api yang tiba-tiba naik setinggi 7 meter, kemudian dengan cepat menyebar dan menyambar orang-orang yang berada di sekitar kompor.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved