Berita Bangli

Tekan Populasi dan Rabies, Dinas PKP Eliminasi 150 Anjing Liar

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli secara kontinyu melakukan eliminasi anjing liar.

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Anjing liar - Keberadaan anjing liar di Pasar Kidul Bangli, Bali, Selasa 21 Juni 2022 - Pedagang Pasar Kidul Bangli Resah dengan Keberadaan Anjing Liar, Sutiasih: Jangan Sampai Ada Korban 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli secara kontinyu melakukan eliminasi anjing liar. Tercatat dari awal tahun 2022 hingga kini, total 150 ekor anjing liar telah dieliminasi. 

Kepala Dinas PKP Bangli, I Made Alit Parwata mengatakan eliminasi anjing merupakan program tahunan, yang mana targetnya yakni 10 persen dari populasi anjing di Bangli. "Total populasi anjing di Bangli sebanyak 57.650 ekor, jadi target eliminasinya sekitar 5700an," kata Alit, Selasa (16/8/2022). 
Lanjut dijelaskan, eliminasi anjing ini tujuannya untuk menekan populasi anjing di Bangli. Eliminasi dilakukan secara secara selektif, yakni hanya menyasar anjing liar dan yang diliarkan. 
Anjing liar - Keberadaan anjing liar di Pasar Kidul Bangli, Bali, Selasa 21 Juni 2022 - Pedagang Pasar Kidul Bangli Resah dengan Keberadaan Anjing Liar, Sutiasih: Jangan Sampai Ada Korban
Anjing liar - Keberadaan anjing liar di Pasar Kidul Bangli, Bali, Selasa 21 Juni 2022 - Pedagang Pasar Kidul Bangli Resah dengan Keberadaan Anjing Liar, Sutiasih: Jangan Sampai Ada Korban (Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury)
"Upaya eliminasi ini juga untuk menekan sebaran kasus gigitan dan rabies. Terlebih Bangli merupakan daerah wisata. Oleh sebab itu kami mengantisipasi adanya wisatawan yang tergigit anjing liar. Mengenai jumlahnya, dari awal tahun 2022 hingga saat ini sudah 150 ekor anjing liar yang dieliminasi," ucapnya.
Disinggung soal kendala dalam pelaksanaan eliminasi, pejabat asal Banjar Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut ini mengaku pihaknya saat ini terkendala bahan. Karenanya pelaksanaan eliminasi hanya menyasar anjing-anjing yang diduga positif rabies. 
Sesuai catatan dinas PKP, total ada 80 laporan kasus gigitan anjing di Bangli. Seluruhnya merupakan kasus dengan resiko tinggi. Artinya, kata Alit, gigitan tersebut menyasar di area kepala, kuku jari, hingga area vital. "Dari 80 kasus ini, 55 diantaranya positif rabies. Terakhir kasus gigitan tanggal 11 Agustus, yang berlokasi di Desa Jehem," sebutnya.
 
Alit tidak memungkiri, kasus positif rabies di Bangli ini memang tergolong tinggi. Ini dikarenakan minimnya capaian vaksinasi rabies pada tahun-tahun sebelumnya. Sehingga dampaknya pada tahun yang akan datang. 
 
"Tercatat dari tahun 2020 capaian vaksinasi rabies tergolong rendah. Sebab saat itu baru terjadi Pandemi Covid-19, banyak wilayah Banjar atau desa yang lockdown, sehingga petugas sulit melakukan vaksinasi. Selain juga anggaran yang banyak dialihkan ke penanganan Covid-19. Sehingga vaksinasi hanya menyasar daerah zona merah saja," ujarnya. (mer)
 
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved