Berita Bali

INI Kata Mantan Bupati Tabanan, Eka Wiryastuti Jelang Sidang Vonis Dugaan Suap DID

Mantan Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti akan menjalani putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar, Selasa, 23 Agustus 2022.

Tribun Bali/Putu Candra
Mantan Bupati Tabanan, Eka Wiryastuti saat ditemui jelang sidang putusan Selasa 23 Agustus 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mantan Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti akan menjalani putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar, Selasa, 23 Agustus 2022.

Eka Wiryastuti menjalani sidang putusan perkara dugaan suap pengurusan Dana Insentif Daerah (DID) tahun anggaran 2018.

Tiba di Pengadilan Tipikor Denpasar, mengenakan rompi tahanan KPK dengan kedua tangan tidak banyak yang disampaikan Eka Wiryastuti jelang sidang putusan.

Baca juga: Sidang Dugaan Suap Pengurusan DID Tabanan, Jaksa KPK Tolak Pembelaan Eka Wiryastuti & Dewa Wiratmaja

Namun putri Ketua DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Adi Wiryatama ini berharap majelis hakim menjatuhkan putusan seadil-adilnya. 

"Ya (putusan) seadil-adilnya aja, sesuai fakta persidangan," ucapnya sembari berjalan menuju ruang tahanan Tipikor Denpasar. 

Selain Eka Wiryastuti, terdakwa Dewa Nyoman Wiratmaja yang merupakan dosen Universitas Udayana sekaligus mantan staf khusus Eka Wiryastuti juga menjalani sidang putusan.

Dewa Wiratmaja menjalani sidang dalam berkas terpisah. 

Baca juga: Merasa Tak Bersalah Terkait Suap Pengurusan DID Tabanan, Eka Wiryastuti Menangis Minta Dibebaskan

Diberitakan sebelumnya, dalam perkara ini, tim jaksa penuntut KPK menuntut Eka Wiryastuti dengan pidana penjara selama empat tahun, dan denda Rp 110 juta subsidair tiga bulan kurungan.

Selain itu jaksa penuntut umum, menuntut Eka Wiryastuti dengan pidana tambahan, yakni pencabutan hak politik untuk dipilih dalam jabatan publik selama lima tahun.

Terhitung sejak selesai menjalani pidana pokoknya.

Sedangkan dalam berkas terpisah, terdakwa Dewa Wiratmaja dituntut pidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan(3,5 tahun), pidana denda Rp 110 juta subsidair tiga bulan kurungan. 

Jaksa penuntut KPK dalam surat tuntutannya menilai, kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut, sebagaimana dakwaan alternatif pertama. 

Eka Wiryastuti dan Dewa Wiratmaja pun di dijerat pidana melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU RI No. 20  tahun 2021 tentang Perubahan atas UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. (*)

Berita lainnya di Kasus Dugaan Suap DID Tabanan
 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved