Berita Denpasar

Ditangkap Saat Memecah Paket Narkoba Siap Edar, Ariel dan Patrick Dituntut Pidana Bui 8 Tahun

Terdakwa Gilang Ariel Ramadhan (20) dan Machgy Patrick salmun Letelay (23) dituntut pidana penjara selama delapan tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU)

Tribun Bali/Putu Candra
Ariel dan Patrick saat menjalani sidang tuntutan secara daring di PN Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terdakwa Gilang Ariel Ramadhan (20) dan Machgy Patrick salmun Letelay (23) dituntut pidana penjara selama delapan tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dua sekawan ini dituntut, karena diduga terlibat mengedarkan narkotik jenis sabu dan eutilon di seputaran Denpasar.

Surat tuntutan telah dibacakan JPU Eddy Arta Wijaya dalam sidang yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis, 1 September 2022.

Baca juga: PNS Pemkab Gianyar Bawa Sabu, Polres Tangkap 10 Penyalahguna Narkotika


Diketahui, keduanya diringkus oleh petugas kepolisian Ditresnarkoba Polda Bali saat tengah memecah paket narkoba yang selanjutnya akan mereka edarkan. 


"Menjatuhkan pidana terhadap Gilang Ariel Ramadhan dan Machgy Patrick salmun Letelay dengan pidana penjara masing-masing selama delapan tahun, dikurangi selama ditahan dengan perintah terdakwa tetap ditahan," tegas JPU Eddy Arta Wijaya. 


Selain pidana badan, kedua terdakwa juga dijatuhi tuntutan pidana denda masing - masing sebesar Rp2 miliar subsidair satu tahun penjara. 

Baca juga: Edarkan 18 Kg Sabu dan 427 Gram Ekstasi di Bali, Dua Pria Asal Banjarmasin Terancam Hukuman Mati


Oleh JPU Eddy Arya Wijaya, kedua terdakwa dinilai terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah telah melakukan percobaan atau permufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotik golongan I dalam bentuk bukan tanaman, berupa sabu-sabu dan eutilon yang beratnya melebihi 5 gram.


Sebagaimana dakwaan primair JPU, terdakwa Ariel dan Patrick dijerat Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotik. 


Terhadap tuntutan JPU tersebut, kedua terdakwa yang didampingi tim penasihat hukumnya dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar akan mengajukan pembelaan tertulis.

"Kami akan menanggapi tuntutan jaksa melalui pembelaan tertulis. Mohon waktu majelis hakim," pinta Aji Silaban selaku anggota penasihat hukum. Nota pembelaan pun akan dibacakan pada sidang pekan depan. 


Diungkap dalam surat dakwaan JPU, ditangkapnya kedua terdakwa tersebut bermula dari adanya laporan masyarakat yang diterima petugas Kepolisian Ditresnarkoba Polda Bali.

Dari informasi itu disebutkan kerap terjadi transaksi narkoba di seputaran Yang Batu, Dangin Puri Kelod, Denpasar Timur. 


Berbekal informasi itu, petugas kepolisian melakukan penyelidikan di sekitaran daerah tersebut dan mengarah ke satu rumah yang ada di Gang 65ABCD, Jalan Letda Reta.

Saat memantau, terlihat seorang laki-laki masuk ke rumah itu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved