Mengenal Manajemen Kinerja Pegawai: Pengertian, Komponen dan Cara Mengoptimalkannya
Berikut ini adalah penjelasan lengkap tentang manajemen kinerja, mulai dari pengertian, komponen, syarat dalam melakukan manajemen kinerja yang baik.
Penulis: Inang Jalaludin Shofihara | Editor: Mikhael Gewati
Tujuan tersebut acap kali ditetapkan menggunakan metode SMART, yakni specific, measurable, achievable, relevant, serta time-bound.
Pada tahap tersebut, bisa pula melakukan perencanaan pada pengembangan karyawan.
2. Monitoring
Secara umum, proses monitoring hanya dilakukan sekali atau dua kali dalam setahun. Manajer perlu melakukan sejumlah cara guna memastikan, apakah beberapa tujuan yang telah direncanakan dapat diraih?
Jika nantinya ditemukan kendala pada karyawan, pihak manajer wajib membantu menyelesaikan perkara tersebut.
Jika diperlukan dan masih mungkin untuk dilakukan, manajer dapat melakukan penyesuaian kembali pada tujuan.
Pada tahap ini, tak menutup kemungkinan muncul tujuan atau target baru yang bakal ditetapkan akibat terjadinya sejumlah perubahan.
3. Reviewing
Tahap pengkajian atau reviewing dilakukan secara dua arah. Di setiap penghujung tahun, pihak karyawan dan manajemen akan berdiskusi terkait segala tujuan yang telah ditetapkan sejak awal dapat diraih dengan baik atau tidak.
Tahap ini dinilai penting karena manajer dapat melakukan sejumlah kolaborasi dengan karyawan.
Semakin besar peran pekerja, semakin terpacu dan terdorong pula mereka untuk setia bekerja pada perusahaan tersebut.
Berbagai hal yang perlu dikaji, antara lain realitas tujuan yang telah ditetapkan sejak awal dan cara karyawan bisa mendapatkan keahlian atau pengalaman baru.
4. Penghargaan
Penghargaan adalah tahap manajemen kinerja yang tak boleh dilewatkan. Sebab, reward atau penghargaan merupakan hal yang mampu meningkatkan etos dan semangat kerja dari karyawan.
Jika perusahaan tak mampu memberi penghargaan yang cukup, semangat kerja para karyawannya tentu akan berkurang dan berpotensi untuk mencari kerja di tempat lain.
Pemberian penghargaan bisa berupa peningkatan gaji atau jatah cuti, pemberian bonus, promosi jabatan, testimoni tertulis, dan banyak lagi yang lainnya.
Saat karyawan mendapatkan penghargaan, siklus manajemen kinerja dapat dimulai kembali dari tahap awal.
Satu hal yang perlu diingat, keempat siklus manajemen kinerja wajib dilakukan secara kontinyu agar memberikan dampak yang optimal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-rapat-dalam-sebuah-perusahaan.jpg)