Harga BBM
Respon Warga Denpasar Soal Isu Harga BBM Naik, Hingga 1 September 2022 Harga Pertalite Masih Stabil
Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi diisukan mengalami kenaikan, begini tanggapan sejumlah warga Denpasar.
Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi diisukan mengalami kenaikan.
Wacana tersebut bergulir seiring pernyataan Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan yang mengatakan pemerintah rencananya akan menaikan harga BBM bersubsidi.
Nampaknya wacana tersebut menimbulkan berbagai reaksi dari Masyarakat Kota Denpasar.
Seperti yang dirasakan oleh Dwi Wahyudi (62) selaku pengumpul barang bekas yang baru saja mengisi ulang bahan bakarnya di salah satu SPBU Jalan Pulau Komodo, Denpasar.
Wahyudi mengaku kecewa atas adanya wacana kenaikan harga BBM bersubsidi yang direncanakan oleh Pemerintah.
Dirinya menyebut, pendapatannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
“Ya, kecewa banget mas. Apalagi ekonomi saya seperti ini. Cukup (pendapatan) untuk sehari-hari aja mas,” ucap Wahyudi saat ditemui Tribun Bali pada Rabu 31 Agustus 2022.
Pasalnya, Wahyudi dapat membeli BBM jenis Pertalite sebesar 20.000 rupiah yang digunakannya untuk dua hari.
Baca juga: UPDATE Harga BBM Pertalite Hari Ini 1 September 2022 di Bali, Jawa, Jakarta, dan Wilayah Lainnya
Wahyudi menambahkan, dirinya tak bisa berkutik jika nantinya harga BBM jenis Pertalite dipatok seharga 10.000 rupiah per liter.
“Untuk sekarang, 7.650 per liter (Pertalite) itu sudah lumayan. Kalau 10.000 per liter ya berat banget mas. Nggak bisa berkutik lagi,” ucap pria asal Jember, Jawa Timur yang telah menjalani profesinya sejak tahun 1996 lalu.
Wahyudi hanya dapat berpasrah diri kepada kebijakan yang nantinya diambil oleh Pemerintah mengenai kenaikan harga BBM bersubdi.
“Daripada rame - rame ikut massa (unjuk rasa), saya ikut damai aja. Rugi mas (unjuk rasa). Saya ikut damai aja, ikut aman aja,” tambah Dwi Wahyudi saat ditemui Tribun Bali di depan SPBU Jalan Pulau Komodo, Denpasar.
Berbeda dengan Dwi Wahyudi, Muhammad Kufron (41) mengaku setuju dengan rencana pemerintah untuk menaikan harga BBM bersubsidi.
“Nggak apa. Naikan saja,” ucap pria yang berprofesi sebagai ojek online tersebut.
Ditanya soal alasannya mendukung rencana kenaikan harga BBM bersubsidi oleh pemerintah, Kufron berdalih lantaran ingin membantu mengurangi utang yang dimiliki pemerintah