Sponsored Content

Wali Kota Jaya Negara Dampingi Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan Tinjau Proyek TPST Kertalangu

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Panjaitan meninjau

Istimewa
WALI Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Panjaitan meninjau progres Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kertalangu Kota Denpasar, Rabu 31 Agustus 2022 kemarin. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Panjaitan meninjau progres Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kertalangu Kota Denpasar, Rabu (31/8).

Hal ini guna memastikan pengerjaan proyek sesuai dengan target yang telah ditetapkan.


Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan, dalam gelaran G20 mendatang, aspek penting yang patut ditunjukkan kepada para undangan yakni kebersihan di Pulau Dewata sebagai tuan rumah.

Baca juga: TINJAU TPST di Kesiman Kertalangu Denpasar, Menko Luhut : Kita Akan Buat di 52 Titik Lagi 

Karenanya, proyek pembangunan TPST Kesiman Kertalangu terus dioptimalkan bersama dua TPST lainnya yakni TPST Tahura dan TPST Padang Sambian guna memastikan Bali bebas dari sampah.


Luhut mengatakan dengan adanya 3 TPST di Kota Denpasar akan menampung semua sampah di Denpasar. Sehingga diharapkan minggu kedua Oktober atau paling lambat minggu ketiga Oktober TPST ini sudah bisa beroperasi.


“Ini bisa mengolah 1.020 ton (sampah) per hari. Semua bisa disedot, saya pikir ini akan membuat Kota jadi bersih, dan Indonesia bersih, sampah ke laut juga makin berkurang,” katanya.


Dikatakannya, Kementerian dan Lembaga terkait diharapkan terlibat dalam mengurangi sampah dan menjadikan Indonesia lebih bersih.

Baca juga: POHON TUMBANG Timpa Mobil di Jalur Denpasar-Gilimanuk, Ini Kondisi Pengemudi

Terkait dengan residu yang dihasilkan dari TPST ini, kedepan Luhut Binsar Panjaitan meminta agar Universitas Udayana ikut berkontribusi dalam melakukan riset ilmiah tentang studi pemilahan sampah antara yang basah dengan yang kering.

Sehingga hal yang dikerjakan memiliki landasan ilmiah.


“Tentunya bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Selain itu, agar nilai dan manfaat ekonomis dari TPST ini muncul, saya juga sampaikan agar hasil pengelolaan sampah di TPST ini bisa menghasilkan berbagai macam produk agar UMKM lokal bisa menambah hasil produk mereka sendiri sehingga perekonomian masyarakat sekitar bisa terus bergerak,” ujarnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved