Berita Bangli

Warga Bangli Bali diminta Waspadai Cikungunya, Kasus DBD 76 Kasus

Sebaran nyamuk Aedes Aegypti yang makin marak perlu diwaspadai. Pasalnya jenis nyamuk ini tidak hanya menjadi penyebab penyakit Demam Berdarah Deng

istimewa
Petugas dinas kesehatan Bangli saat melakukan fogging di seputaran Kota Bangli.  

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Sebaran nyamuk Aedes Aegypti yang makin marak perlu diwaspadai. Pasalnya jenis nyamuk ini tidak hanya menjadi penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) namun juga demam chikungunya. 


Kepala Dinas Kesehatan Bangli, I Nyoman Arsana mengatakan, dari tingkat keparahan, demam chikungunya tidak separah DBD. Walaupun jenis nyamuk penghantar virusnya sama. 


"Dari sisi gejala, demam chikungunya menyebabkan nyeri persendian seperti lumpuh sementara. Tapi itu hanya terjadi seminggu saja. Setelahnya sudah kembali lagi. Karena virus demam chikungunya dalam seminggu sudah mati dalam tubuh," jelasnya Kamis (1/9/2022).

Baca juga: Ayu Bercita-cita Wakili Klungkung Bali di PON, 250 Siswa SMP Antusias Ikut Pemanduan Bakat Olahraga


Arsana yang saat itu didamping Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bangli, I Nyoman Sudarma menambahkan, dari sisi penularan demam chikungunya memang tergolong cepat. Namun tingkat kematiannya kecil, bahkan belum ada laporan kasus kematian akibat demam chikungunya. 


"Untuk temuan kasus demam chikungunya baru ditemukan di Kabupaten lain. Seperti Tabanan dan Badung. Sedangkan kalau di Bangli sampai saat ini masih nihil. Belum ada laporan ataupun kasusnya. Di Bangli yang ada kasus DBD saja," kata dia.


Soal kasus DBD, pejabat asal Desa Songan, Kecamatan Kintamani ini mengatakan secara kumulatif dari bulan Januari hingga Agustus sebanyak 76 kasus. Di mana jumlah kasus gigitan terbanyak yakni bulan Mei dengan 18 kasus. 

Baca juga: Fasilitas Kolam Renang Nirmala Asri Buleleng Perlu Dikembangkan, Wagub Cok Ace Arahkan BKK


Walau belum ditemukan kasus chikungunya di Bangli, masyarakat tetap diminta agar selalu waspada. Pihaknya di Dnas Kesehatan juga mengimbau agar masyarakat selalu melakukan kebersihan lingkungan.

"Tujuannya untuk meminimalisir breeding place atau tempat berkembang biak nyamuk Aedes Aegypti. Sehingga meminimalisir pula penyebaran penyakit DBD hingga demam chikungunya," ucap dia. (*)


 
 
 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved