Berita Gianyar

Agus Eri Buat Anyaman Sang Proklamator Setinggi 19 Meter di Bali, Butuh 50 Referensi Foto Bung Karno

seniman asal Banjar Kelingkung Gianyar Agus Eri Putra membuat patung anyaman bambu Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno

tribun bali/badrun
Agus Eri Putra (35), seorang seniman asal Banjar Kelingkung, Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud Gianyar, Bali membuat patung anyaman bambu Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno alias Bung Karno - Agus Eri Buat Anyaman Sang Proklamator Setinggi 19 Meter di Bali, Butuh 50 Referensi Foto Bung Karno 

Dia menjelaskan, pengerjaan patung anyaman Bung Karno ini sudah memakan waktu selama dua bulan.

Selama proses pengerjaan, ia dibantu oleh 15 orang seniman muda di Desa Lodtunduh.

Selain itu, pengerjaan ini juga secara tak langsung membuka lapangan kerja untuk warga, terutama para orang tua.

Sebab dalam membuat anyaman sebagai bahan dasar patung ini, dilakukan oleh para orang tua dengan sistem kerja rumahan.

"Banyak pihak yang membantu pengerjaannya. Untuk membuat anatomi tubuh, saya dibantu seniman muda di sini, sementara untuk bahan anyamannya dibuat oleh para orang tua. Peran mereka sangat berarti dalam proses pengerjaan," ujarnya.

Pria lulusan sekolah seni SMSR atau SMKN 1 Sukawati ini mengungkapkan, ia telah menelurkan banyak karya anyaman bambu ukuran besar.

Namun membuat anyaman Bung Karno ini, kata dia, adalah hal tersulit.

Kesulitan bukan hanya terletak pada besarnya patung, tetapi pada bagian-bagian tubuh.

Sebab, sebagai tokoh nasional, hampir semua rakyat Indonesia tahu Bung Karno.

Karena itu, ia harus benar-benar membuat anyaman yang benar-benar menyerupai Bung Karno. Baik postur tubuh, mimik muka, dan sebagainya.

Karena itu, ia sampai mempelajari seluk-beluk Bung Karno dari 50 foto yang dicarinya di internet.

"Tidak seperti membuat anyaman dewi dan sebagainya, membuat Bung Karno ini paling susah. Saya butuh banyak referensi. Sebab semua orang di tanah air tahu Bung Karno. Jadi, salah sedikit saja akan mengurangi nilai," ujar pria murah senyum tersebut.

Untuk diketahui, Agus Eri merupakan lulusan sekolah senirupa SMSR.

Terlahir dari seorang ayah seniman patung, I Ketut Gemuh.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved