Berita Jembrana

Imbas Kenaikan Harga BBM, Gapasdap Harap Segera Ada Penyesuaian Tarif Kapal

Kenaikan harga BBM jenis Pertamax, Pertalite dan juga Solar telah diumumkan naik sejak Sabtu 3 September 2022.

Istimewa
KMP Tiga Anugerah yang diderek menuju Dermaga Pelabuhan Gilimanuk, Minggu 13 Maret 2022. 

NEGARA, TRIBUN BALI - Kenaikan harga BBM jenis Pertamax, Pertalite dan juga Solar telah diumumkan naik sejak Sabtu 3 September 2022.

Hal itu berimbas kepada seluruh sektor. Mulai dari buruh, karyawan swasta hingga pengusaha besar.

Salah satunya adalah pengusaha yang bergerak di bidang penyeberangan.

Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan ( Gapasdap) Ketapang-Gilimanuk juga merasakan dampak atas kenaikan harga BBM ini.

Sebab, kenaikan harga bahan bakar minyak yang mencapai 30 persen dari harga sebelumnya ini harus diimbangi dengan kenaikan tarif penyeberangan.

Jika tidak, perusahaan kapal tidak akan berjalan optimal.

Ketua DPC Gapasdap Gilimanuk, Gusti Putu Astawa mengatakan, pihaknya sudah mengajukan surat permohononan penyesuaian tarif penyeberangan ke Kementrian Perhubungan (Kemenhub). Hanya saja, saat ini usulan tersebut masih berproses dan menunggu petunjuk dari pusat.

"Tentunya kita berimbas ke tarif penyeberangan. Kita dari asosiasi Gapasdap masih mengajukan surat ke Kemenhub terkait penyesuaian tarif ini. Karena imbasnya ke biaya operasional," katanya.

Kemudian, kata dia, mengenai kenaikan biaya operasional tentunya berbeda-beda di setiap armada. Sebab, hal itu harus dihitung berdasarkan tonase, PK mesin, besar kecil, serta konsumsi BBM-nya.

"Kembali ke konsumsi BBM-nya kapal masing-masing. Intinya jika dilihat dari kenaikan harga BBM yang mencapai 30 persen, kurang lebih biaya operasional juga mencapai itu. Itu baru satu sisi BBM saja," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved