Berita Bali

Bersiap Beralih ke Motor Listrik, Respon Pejabat Pemprov dan Warga Bali Soal Harga BBM Naik

Kenaikan harga BBM, Dishub menggelar rapat koordinasi dengan Dishub kabupaten/kota dan stakeholder terkait

Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Dok Pemprov NTB via TRIBUNLOMBOK.COM
Ilustrasi motor listrik - Bersiap Beralih ke Motor Listrik, Respon Pejabat Pemprov dan Warga Bali Soal Harga BBM Naik 

Di sisi lain, belakangan ini keberadaan showroom kendaraan listrik bertambah, khususnya di kabupaten/kota di Bali.

Masyarakat memang cenderung perlu perhitungan, misalkan ingin membeli motor listrik harus mengetahui keringanannya apa.

Selain udara bersih biaya pemeliharaannya rendah kendaraan listrik ini juga dikatakan biaya pajaknya lebih rendah dibanding motor konvensional.

“Masyarakat saya rasa sudah ke arah sana (menggunakan kendaraan listrik) sudah ada perkumpulan motor listrik, perkumpulan konversi motor konvensional ke motor listrik di Bali sudah ada. Di Bali sudah banyak motor konvensional umur 10 tahunan diubah menjadi motor listrik,” imbuhnya.

Dengan kenaikan harga BBM, ada masyarakat Bali yang mengaku keberatan.

Namun mulai memikirkan untuk beralih menggunakan motor listrik karena belum mengetahui sampai kapan harga BBM akan terus mengalami kenaikan.

Kadek Juliarta yang bekerja sebagai karyawan swasta di Nusa Dua mengaku sangat keberatan dengan keputusan kenaikan harga BBM.

Tetapi ia harus menerimanya, mau tidak mau.

"Saya kan kantornya jauh dari rumah. Jadi saya tetap menggunakan motor konvensional. Sebelum naiknya harga BBM, motor saya kan NMax itu sudah pakai pertamax. Sekarang naik jadi Rp 14.500 ya agak berat sih ya. Biasanya saya isi Rp 50 ribu sudah full, tapi sekarang enggak. Kalau ditanya ada niatan untuk beralih ke motor listrik, sih sepertinya belum, karena takut tidak nyampai saja dengan jarak tempuh yang sudah ditetapkan. Apalagi saya PP Denpasar-Nusa Dua," ujar Kadek, Selasa.

Berbeda dengan Kadek, Kristina yang merupakan pegawai toko di kawasan Panjer mengatakan, ia mulai berpikir terkait adanya kendaraan listrik, khususnya motor listrik.

"Sepertinya kalau masih kota ke kota, pakai motor listrik worth it lah ya, apalagi sudah tersedia SPKLU di berbagai titik, tapi ya gitu untuk mengantisipasinya memang harus bawa baterai cadangan sih," kata Kristina.

Kristina mengaku mendapatkan informasi terkait motor listrik melalui internet.

Dan ia mengaku tertarik untuk membelinya untuk stock cadangan kendaraan di rumahnya. (yun/sar/avc)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved