Berita Buleleng

BLT BBM Mulai Disalurkan di Buleleng, Bantuan Diberikan Pada 40 Ribuan KPM

BLT BBM di Buleleng, khusus untuk penyaluran BLT BBM tahap pertama, diserahkan sebesar Rp 300 ribu.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Penyaluran BLT BBM di Kantor Pos Singaraja, Rabu 7 September 2022 - BLT BBM Mulai Disalurkan di Buleleng, Bantuan Diberikan Pada 40 Ribuan KPM 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kementerian Sosial (RI) mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) di Buleleng, Bali, Rabu 7 September 2022.

Bantuan diberikan kepada 40 ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Bantuan ini disalurkan melalui PT. Pos Singaraja.

Executive Manager Kantor Pos Singaraja, Muhamad Saiful Hadi mengatakan, data 40 ribuan penerima ini dikirim langsung dari Kemensos.

Baca juga: BLT BBM Rp600 Ribu Akan Disalurkan ke 8000 Lebih Masyarakat di Klungkung

Pihaknya pun ditugaskan oleh Kemensos untuk menyalurkan bantuan tersebut maksimal selama 14 hari ke depan.

Untuk hari pertama penyaluran, bantuan diserahkan kepada 420 KPM.

Sementara sisanya akan disalurkan besok (Kamis 8 September 2022), di beberapa kecamatan.

Khusus untuk penyaluran BLT BBM tahap pertama, diserahkan sebesar Rp 300 ribu.

Bantuan tersebut untuk jatah di bulan September dan Oktober.

Pemerintah pusat juga berencana menyalurkan BLT BBM ini dalam dua tahap.

Di mana pada tahap kedua rencananya akan disalurkan pada Desember mendatang sebesar Rp 300 ribu.

Itu untuk jatah di bulan November dan Desember.

Selain BLT BBM, di saat yang bersamaan, PT Pos juga menyerahkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar Rp 200 ribu per KPM.

Sehingga dalam penyaluran ini, total bantuan yang diterima oleh warga kurang mampu sebesar Rp 500 ribu.

"Kami diintruksikan oleh pemerintah pusat untuk menyalurkan BLT BBM dan BPNT. Data penerimanya dikirim langsung oleh pusat. Jadi nominal yang diterima oleh masing-masing KPM sebesar Rp 500 ribu. Penyaluran bantuan ini diintruksikan maksimal selesai dilakukan dalam 14 ke depan," terangnya.

Mengingat jumlah penerima cukup banyak, Saiful mengaku optimis tugas dari pemerintah pusat itu dapat diselesaikan oleh pihaknya tepat waktu.

Bagi penerima yang cacat dan lansia, penyaluran akan dilakukan dengan sistem jemput bola.

Bantuan akan diserahkan langsung oleh PT Pos ke rumah penerima.

Melalui bantuan ini, diharapkan dapat mengimbangi daya beli masyarakat, akibat kenaikan harga BBM.

Sementara salah satu penerima bantuan, bernama Komang Ardiana (35) mengatakan, sehari-hari dirinya menjual canang di sekitar rumah, di Kelurahan Kampung Anyar, Kecamatan Buleleng.

Dengan adanya kenaikan harga BBM ini, harga bunga hingga janur saat ini ikut naik.

Di mana untuk harga bunga pacar air dari yang dulunya Rp 10 ribu per satu kresek, kini meningkat hingga Rp 40 ribu.

Sementara janur dari yang dulunya Rp 70 ribu per satu ikat besar, kini meningkat menjadi Rp 90 ribu.

Dengan adanya kenaikan harga bunga dan janur ini, Ardiana mengaku tidak dapat menaikan harga canang, ataupun mengurangi isinya.

Sebab apabila harganya dinaikan, ia khawatir akan kehilangan pelanggan.

Untuk menyiasati kenaikan harga ini, Ardiana terpaksa mengurangi jumlah bunga yang digunakan.

Dari yang sebelumnya tiga jenis, kini hanya menggunakan dua jenis bunga.

"Ya dengan adanya BLT ini, cukup lah untuk membantu biaya kebutuhan BBM. Karena selain jualan canang, saya dan suami juga menggunakan motor untuk pergi ke tempat kerja sebagai cleaning servis," tandasnya. (*).

Kumpulan Artikel Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved