Berita Jembrana

Ground Breaking Jalan Tol Mengwi-Gilimanuk, Menteri PUPR Minta Tol Jagat Kerthi Bali Selesai 2025

Menteri PUPR, M. Basoeki Hadimoeljono menargetkan pembangunan mega proyek Jalan Tol Mengwi-Gilimanuk ini bisa selesai pada 2025 mendatang.

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Harun Ar Rasyid
Tribun Bali/Coco
Pelaksanaan ground breaking Jalan Tol Jagat Kerthi Bali di Banjar Pasar, Desa/Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Sabtu 10 September 2022. 

NEGARA, TRIBUN BALI - Menteri PUPR, M. Basoeki Hadimoeljono menargetkan pembangunan mega proyek Jalan Tol Mengwi-Gilimanuk ini bisa selesai pada 2025 mendatang.

Sebab, pembangunan ini sabgat mendesak untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

Selain itu, ia berharap pengukuran dan pembebasan lahan bisa segera dilakukan prosesnya.

Pelaksanaan ground breaking Jalan Tol Jagat Kerthi Bali di Banjar Pasar, Desa/Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Sabtu 10 September 2022.
Pelaksanaan ground breaking Jalan Tol Jagat Kerthi Bali di Banjar Pasar, Desa/Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Sabtu 10 September 2022. (Tribun Bali/Coco)

"Jika hanya pembangunan jalan tol sepanjang 90-an kilometer ini, saya ingin mengikuti irama dari Jegog (cepat).

Artinya kami harap bisa diselesaikan tahun 2025. Karena jika dikerjakan hingga 2028 nanti, itu seperti irama kroncong (landai).

Kami mohon dengan sangat agar lebih cepat, karena ini merupakan kebutuhan masyarakat," jelas Menteri Basoeki Hadimoeljono saat memberikan sambutan di lokasi Ground Breaking Jalan Tol Mengwi-Gilimanuk, Sabtu 10 September 2022.

Dia menyebutkan, pengerjaannya minimal 2 shift dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu.

Kemudian untuk pengawasannya akan dilakukan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster langsung karena dia merupakan orang yang berada di lapangan.

Basoeki menegaskan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Terutama kualitas dari jalan tol itu sendiri. Pihak aparat penegak hukum mulai Kapolda Bali, Kajati, Kajari setempat agar turut mendukung dengan melakukan pengawasan pembangunannya nanti.

"Kami juga akan berikan surat tugas untuk Gubernur sebagai pengawas lapangan.

Karena beliau merupakan orang yang sehari-hari ada di lapaangan.

Kami minta Gubernur untuk menjaga kualitas jalan tol kita di Bali.

Apalagi Bali adalah daerah pariwisata internasional atau dunia. Sehingga kualitasnya harus diperhatikan," tegasnya.

Selain kualitas, kata dia, pelaksana proyek atau kontraktor agar memperhatikan estetika.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved