Berita Badung

Jelang G20, Satpol PP Badung Pantau dan Tertibkan Money Changer Bodong di Canggu

Dalam mengantisipasi wisatawan yang datang ke Bali khususnya Badung, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan sidak dan penertiban money chang

Tribun Bali/Zaenal
Petugas gabungan menggelar sidak penertiban terhadap usaha penukaran uang asing atau money changer di wilayah Kecamatan Kuta, Kamis 4 Agustus 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Dalam mengantisipasi wisatawan yang datang ke Bali khususnya Badung, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan sidak dan penertiban money changer bodong.

Tidak hanya wilayah Kuta yang menjadi sasaran, namun juga dilakukan di wilayah Desa Canggu, Kuta Utara Badung.

Penertiban money Changer bodong itu dilakukan, selain tidak memiliki izin juga disinyalir kerap menipu wisatawan yang datang ke Badung.

Apalagi menjelang puncak G20, pemerintah kabupaten Badung tidak mau pariwisata di Bali tercoreng karena ada Money Changer tersebut.

Petugas gabungan menggelar sidak penertiban terhadap usaha penukaran uang asing atau money changer di wilayah Kecamatan Kuta, Kamis 4 Agustus 2022.
Petugas gabungan menggelar sidak penertiban terhadap usaha penukaran uang asing atau money changer di wilayah Kecamatan Kuta, Kamis 4 Agustus 2022. (Tribun Bali/Zaenal)

Menurut informasi yang di dapat, penertiban Money Changer sudah dilakukan minggu kemarin. Bahkan dari penyisiran yang dilakukan ditemukan beberapa Money Changer yang benar-benar tidak memiliki izin.

Kasat Pol PP Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara saat dikonfirmasi Minggu 11September 2022 tak menampik hal tersebut. Pihaknya mengaku sudah turun melakukan sidak bersama limas Desa Canggu,

"Minggu kemarin kita sudah sempat turun bersama linmas setempat. Jadi penertiban dilakukan lantaran disinyalir ada sejumlah money changer di kawasan Canggu beroperasi tanpa ijin," tegasnya

Birokrat asal Denpasar itu mengatakan, Money changer bodong inilah menurutnya, sering dilaporkan oleh wisatawan melakukan kecurangan. Sehingga kondisi itu sangat mencoreng pariwisata di Badung.

"Saat kita melakukan sidak, dan menelusuri beberapa Money Changer yang ada, memang benar ada temuan money changer yang beroperasi tanpa ijin," kata Suryanegara.

Dari hasil pendataan, ada sebanyak 3 Money Changer tidak bisa menunjukan ijin. Bahkan semua itu tidak terdaftar dalam data usaha di Desa Canggu.

"Untuk sementara diberikan toleransi, dengan diberikan peringatan. Bahkan diberi peringatan dalam waktu satu minggu supaya mengurus ijin," bebernya.

Lebih lanjut dijelaskan, bila tidak juga melengkapi ijin dan ditemukan kembali beroperasi, maka pihaknya akan melakukan penutupan secara permanen.

"Tanpa izin tidak boleh berusaha di Desa Canggu. Ini juga sangat merugikan pemkab Badung," tegasnya sembari mengatakan kita akan turun kembali, dan memantau terus Money Changer yang bodong. (*)

 

Baca juga: Perangkat Desa Adat Kuta Geram Segel di Money Changer Bodong Dibuka

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved