Berita Tabanan

Longsor di Tabanan, Bebatuan dan Pasir Menumpuk di Pekarangan Rumah Mertawiasa

Tanah longsor di Tabanan, material berupa bebatuan dan pasir menumpuk di sisi kanan pekarangan rumah, I Gede Mertawiasa

Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Pembersihan material longsor di rumah milik Mertawiasa oleh petugas BPBD Tabanan, Senin 12 September 2022 - Longsor di Tabanan, Bebatuan dan Pasir Menumpuk di Pekarangan Rumah Mertawiasa 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sudah dua hari ini, di Kabupaten Tabanan hujan deras.

Bencana alam, berupa longsor pun terjadi.

Menimpa rumah salah satu warga di Banjar Lebah, Desa Dajan Peken, Kecamatan/Kabupaten Tabanan, Bali.

Material berupa bebatuan dan pasir menumpuk di sisi kanan pekarangan rumah, I Gede Mertawiasa (54).

Baca juga: Rumah Made Ronde dan Widarsa Tertimpa Tanah Longsor, Ini Kabar Penghuninya

Pantauan Tribun Bali di lapangan, struktur rumah memang berada di ketinggian.

Sebelah rumah, jalan menurun.

Material berupa pasir, tanah, dan bebatuan melorot atau longsor.

Gerusan air hujan, diduga jadi penyebab.

Sejak pukul 07.00 Wita, enam orang pekerja BPBD Tabanan bekerja.

Membersihkan material, bersama warga dan pemilik rumah.

Hingga pukul 09.45 Wita, masih terus bekerja.

Medan di longsoran tidak terlalu menyulitkan.

Hanya saja, pekerja harus memutar. Yang sejatinya, ada jalan, namun menurun dan berupa tangga.

Sehingga alat-alat pekerjaan, tetap harus dibawa manual.

Maka dari itu pekerja BPBD harus memutar.

Salah seorang petugas BPBD mengaku bahwa sudah bekerja sejak pukul 07.00 Wita pagi tadi.

Dan membersihkan material longsoran, yang nantinya oleh pemilik rumah akan digunakan lagi.

Dibangun lagi untuk membuat senderan yang jebol.

“Sudah dari jam 7 pagi tadi. Sementara ini disisihkan. Nanti katanya sama pemilik mau digunakan lagi,” ucapnya, Senin 12 September 2022.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri menyatakan, bahwa yang longsor ialah senderan pekarangan rumah milik korban.

Dugaan faktor penyebab, karena gerusan air hujan.

Intensitas hujan di Tabanan dua hari terakhir, tinggi.

Sebelum dibersihkan, material longsor sempat ditutup terpal.

“Kejadian kemarin sekitar pukul 16.30 Wita. Tinggi senderannya itu sekitar enam meter. Dan panjang kurang lebih empat meteran. Lebarnya sekitar satu setengah meter,” jelasnya.

Menurut dia, jarak antara tepi material tanah yang longsor dengan bangunan rumah milik korbannya berjarak kurang lebih tiga meter.

Penutupan terpal kemarin, dilakukan karena pihaknya khawatir akan ada longsor susulan.

Dan baru pagi ini, batu-batunya dibersihkan agar bisa dipakai kembali.

Kebetulan jalur material yang tertutup longsor itu hanya undagan (tangga) menuju beji.

Bukan jalur mobil atau motor.(*).

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved