Berita Badung

1.825 Usia Produktif di Badung Terinfeksi HIV, Terbanyak Kedua Setelah Denpasar

Kabupaten Badung masuk kabupaten tertinggi kedua temuan kasus HIV/AIDS setelah Kota Denpasar di Provinsi Bali.

Tribun Manado
Ilustrasi - 1.825 Usia Produktif di Badung Terinfeksi HIV, Terbanyak Kedua Setelah Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Kabupaten Badung masuk kabupaten tertinggi kedua temuan kasus HIV/AIDS setelah Kota Denpasar di Provinsi Bali.

Bahkan pemerintah setempat melalui Dinas Kesehatan mencatat saat ini ada sekitar 4.646 kasus yang ditangani sejak dari tahun 1987 hingga tahun 2022.

Menariknya temuan kasus HIV/AIDS di Badung ternyata banyak ditemukan pada kelompok usia produktif 20-29 tahun. Pada kelompok umur tersebut ditemukan sebanyak 1.825 kasus.

Baca juga: 1.048 Hektar Tanah di Badung Surut, Alih Fungsi Lahan Jadi Perhatian Badung


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, dr Made Padma Puspita tak menampik hal tersebut. Pihaknya mengaku di Badung dari kumulatif tahun 1987-2022 di angka 4.646 kasus kasus HIV/AIDS.

"Jadi 4 ribu itu terdiri dari AIDS atau orang dengan keluhan sakit parah di angka 1.683 sementara HIV positif di angka 2.963 sehingga total 4.646," ujar dokter Padma, Senin (12/9).


Diakui, dari data tersebut untuk pertambahan kasus HIV dominan dari segi umur 20-29 tahun sebesar 1.825 kasus.

Kemudian disusul umur 30-39 tahun sebanyak 1.629 dan ketiga umur 40-49 tahun sebanyak 680 kasus.

Baca juga: 1.048 Hektar Tanah di Badung Surut, Alih Fungsi Lahan Jadi Perhatian Badung

Di atas umur 50 tahun sekitar 244 kasus kemjudian di atas 60 tahun sekitar 50 kasus.

"Sementara trend di tahun 2022 hingga bulan Juli baik AIDS dan HIV ditemukan 219 kasus dengan rincian Aids 63 kasus dan HIVnya 156 kasus," katanya.


Dijelaskan, untuk warga di bawah 15 tahun rata-rata di angka dua digit.

Kendati demikian, melihat kondisi dari pertambahan kasus cukup menyebar prevalensi pihaknya sudah berupaya optimal untuk bekerja sama dengan faskes tingkat pertama dan kedua.

"Sebenarnya dari jumlah total tersebut penularan paling banyak disumbang oleh kelompok pekerja, disusul PSK (pekerja seks komersial) dan ketiga ibu hamil," jelasnya.


Untuk menangani penyebaran penyakit tersebut, pihaknya sudah menyiapkan Rumah Sakit untuk bisa melakukan screening HIV Aids.

Selain itu Dinas Kesehatan Badung telah bekerjasama dengan KPAD serta menyiapkan tenaga penyuluh Aids di tingkat desa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved