Berita Buleleng

Pendapatan Daerah Buleleng Dirancang Meningkat Rp69,35 Miliar

Pemkab Buleleng merancang Pendapatan Daerah  meningkat 3,34 persen atau sebesar Rp69,35 Miliar, pada APBD Perubahan 2022.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Pj Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana saat menyampaikan Nota Pengantar Bupati atas Ranperda Tentang APBD Perubahan Tahun Anggaran 2022, di Ruang Sidang DPRD Buleleng, Kamis 15 September 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Pemkab Buleleng merancang Pendapatan Daerah  meningkat 3,34 persen atau sebesar Rp69,35 Miliar, pada APBD Perubahan 2022.

Rancangan ini pun diyakini dapat tercapai, dengan menggenjot sumber pembiayaan, dana transfer hingga aset BLUD. 


Hal tersebut diungkapkan Pj Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana saat ditemui usai menyampaikan Nota Pengantar Bupati atas Ranperda Tentang APBD Perubahan Tahun Anggaran 2022, di Ruang Sidang DPRD Buleleng, Kamis 15 September 2022.

Baca juga: Pria di Buleleng ini Lakukan Tindakan Asusila pada Anak di Bawah Umur dan Sempat Bawa Kabur

Pejabat asal Desa Kekeran, Kecamatan Busungbiu, Buleleng ini menyebut, pada APBD Perubahan 2022, pihaknya merancang naik Rp69,35 Miliar atau menjadi Rp2,14 Triliun lebih, dari APBD Induk sebelumnya Rp2,07 Triliun.


Rancangan ini ditegaskan Lihadnyana, menggunakan pendekatan realistis.

Artinya, pendapatan daerah yang dirancang meningkat sudah diperhitungkan secara detail.

Untuk itu, Lihadnyana mengaku optimis, rancangan itu dapat tercapai, dengan menggenjot sumber-sumber pembiayaan, dana transfer, dan aset-aset BLUD.

"Itu bisa menopang untuk membiayai pembangunan di Buleleng," katanya. 

Baca juga: Anak Mantan Sekda Buleleng Dijerat Pasal Berlapis, Sidang Kasus Dugaan Korupsi dan TPPU


Sementara Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna mengatakan, dalam meningkatkan pendapatan daerah,  Pemkab harus lebih mengoptimalkan 12 sektor pajak dan restribusi, salah satunya pajak air bawah tanah dan pajak reklame.

Mengingat selama ini sektor pajak yang diandalkan untuk meningkatkan PAD hanya pajak PBB dan Penerangan Jalan.

Ia pun berharap, rancangan ini bisa ditercapai dan terealisasi. 


"Kita punya 12 kewenangan di sektor pajak. 12 ini harus digali semua potensinya. Harapan kami rancangam ini benar-benar tercapai sehingga tidak ada lagi di tengah jalan sampai akhir tahun ini ada kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan," tandasnya. (*)

 

 

Berita lainnya di Berita Buleleng

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved