Berita Denpasar

Vaksin PMK Pada Babi Sudah Tiba di Bali, Penyuntikan Masih Dilakukan Bimtek

Vaksin PMK Pada Babi Sudah Tiba di Bali, Penyuntikan Masih Dilakukan Bimtek

Wahyuni Sari
Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, ketika ditemui pada, Jumat 16 September 2022. 

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) khusus untuk hewan berkuku belah yakni babi sudah tiba di Bali pada, Senin 12 September 2022 kemarin. Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada mengatakan hingga kini belum dilakukan penyuntikan vaksin PMK untuk babi sebab masih diadakan bimbingan teknis (bimtek).

“Belum (disuntikan ke babi), karena baru kemarin kita melaksanakan Bimtek karena vaksin sudah ada kita bimtekan dulu karena kita dikejar oleh pusat Oktober ini sudah 80 persen vaksin PMK untuk ternak di Bali,” katanya pada, Jumat 16 September 2022.

Untuk kasus PMK pada babi di Bali belum ditemukan. Total vaksin yang datang sebanyak 600 dosis dari 800 dosis yang dijanjikan. Ini akan digunakan terlebih dahulu agar tidak terlalu menumpuk. Jika sudah habis 200 dosis maka akan dilakukan pengambilan vaksin PMK kembali ke pusat.

Hingga kini Pasar Hewan masih belum dapat beroperasi dan Babi belum dapat dikirim keluar Bali karena giat vaksinasi PMK pada babi belum dilakukan. Sementara itu telah terbit, Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2022 Tentang Pengendalian Lalu Lintas Hewan Rentan Penyakit Mulut dan Kuku dan Produk Hewan Rentan Penyakit Mulut dan Kuku Berbasis Kewilayahan.

Dalam SE tersebut turut disampaikan dilarang melalulintaskan hewan rentan PMK berupa sapi, kambing, domba, dan kerbau dari Pulau/Kabupaten/Kota di Provinsi Bali untuk tujuan perdagangan dalam dan luar negeri menuju seluruh zona Kabupaten/Kota.

Diperbolehkan melalulintaskan Hewan Rentan PMK berupa babi dari pulau/kabupaten/kota di Provinsi Bali untuk tujuan langsung dipotong di Rumah Potong Hewan di Kabupaten/Kota Zona Merah dengan ketentuan:

merupakan hewan ternak sehat dengan kepemilikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan/atau Surat Veteriner (SV) yang diterbitkan sebelum keberangkatan, telah memiliki surat riwayat kesehatan hewan;

berasal dari peternakan dengan penerapan Tindakan Pengamanan Biosecurity ketat dan deteksi virus PMK rutin yang dinyatakan oleh POV atau dokter hewan yang berwenang di daerah;

hanya berhenti di Rumah Potong Hewan tujuan tanpa singgah dan berhenti di tujuan lain; dan

menerapkan desinfeksi, dekontaminasi, dan Tindakan Pengamanan Biosecurity ketat terhadap alat transportasi, barang, petugas dan peternak sebelum keberangkatan, saat perjalanan, dan sampai tujuan serta deteksi virus PMK rutin yang dinyatakan oleh POV atau dokter hewan yang berwenang.

Dilarang melalulintaskan Produk Segar dari Pulau/Kabupaten/Kota di Provinsi Bali untuk tujuan perdagangan dalam dan luar negeri menuju seluruh zona Kabupaten/Kota.

Dilarang melalulintaskan Produk Segar ke pulau/kabupaten/kota di Provinsi Bali untuk tujuan perdagangan dalam dan luar negeri dari seluruh zona Kabupaten/Kota. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved