Polisi Tembak Polisi
4 Update Terbaru Kasus Ferdy Sambo: Usaha Perlawanan, Hingga Transaksi Janggal Rp200 Juta
Kasus pembunuhan berencana Brigadir J kembali masuk ke dalam babak baru, sampai saat ini ada 4 update terkait kasus tersebut
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J kembali masuk ke dalam babak baru, sampai saat ini ada 4 update terkait kasus tersebut.
Sampai saat ini, kasus masih bergulir mulai dari usaha perlawan yang dilakukan Ferdy Sambo sampai dengan adanya transaksi janggal di akun rekening Brigadir J.
Terbaru, kasus Ferdy Sambo masih berputar berkas tersangka yang masih akan diteliti kembali oleh pihak Kejaksaan Agung.
Berikut 4 update terbaru kasus pembunuhan berencana Brigadir J yang didalangi oleh Ferdy Sambo.
Baca juga: Pengacara Brigadir J Sebut Ferdy Sambo Pernah Peras Brigjen Rp2,5 M, Ditakuti Komjen, Ini Alasannya
1. Upaya perlawanan Ferdy Sambo
Salah satu tersangka, Irjen Ferdy Sambo, mengaku tak ikut menembak sang ajudan, Brigadir J.
Pengakuannya berbanding terbalik dengan tersangka lain, yakni Bharada Richard Eliezer (Bharada E) yang menyebut Sambo turut menembak.
Penasihat ahli Kapolri Bidang Keamanan dan Politik Muradi mengatakan, pengelakan tersebut merupakan bukti masih adanya upaya perlawanan dari Ferdy Sambo.
"Kalau saya implisit menangkapnya masih ada upaya perlawanan untuk mengatakan saya tidak melakukan itu (penembakan)," kata Muradi dikutip dari Kompas.com 15 September 2022 lalu.
Kendati demikian, Polri telah mengantongi sejumlah barang bukti dalam kasus ini. Polri pun tinggal mencocokkan dari keterangan para saksi.
Baca juga: Kamarudin Sebut Brigadir J Dihabisi Ferdy Sambo Usai Bocorkan Pernikahannya dengan Si Cantik ke PC
2. Kerajaan Sambo dan Konsorsium 303 diyakini ada
Masih dalam kesempatan yang sama, Muradi meyakini bahwa kelompok "Kerajaan Sambo" dan "Konsorsium 303" memang benar ada.
Namun, keberadaannya harus dibuktikan oleh penyidik.
"Saya bilang dari awal itu perlu dibuktikan. Kalau saya memahami konteks itu ada. Jadi kalau kita cium baunya ada. Bentuknya seperti apa kita enggak bisa," ungkap Muradi
Bahkan menurut Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran itu, para pimpinan di Polri pun diyakini mengetahui sepak terjang kelompok tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ferdy-Sambo-dan-Putri-Candrawathi-kiri-dan-Gambar-Brigadir-J-tewas.jpg)