Berita Gianyar

96 Warga Gianyar Terdaftar Anggota Parpol Tanpa Sepengetahuan, ASN di Gianyar Resah

Dalam tahap verifikasi parpol untuk Pemilu 2024, ada sebanyak 96 orang masyarakat yang melaporkan pencatutan tersebut ke KPU Gianyar

Istimewa
Ketua KPU Gianyar, I Putu Agus Tirtasuguna 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Perhelatan politik selalu menimbulkan hal-hal tak terduga.

Salah satunya adalah pencatutan nama sebagai anggota partai politik (Parpol).

Dalam tahap verifikasi parpol untuk Pemilu 2024, ada sebanyak 96 orang masyarakat yang melaporkan pencatutan tersebut ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gianyar.


Informasi dihimpun Tribun Bali, sebagian besar yang identitasnya dicatut parpol untuk memenuhi persyaratan Pemilu 2024 ini adalah Aparatur Sipil Negara (ASN).

Baca juga: ODGJ Pembunuh Ibu Tiri Masih Berkeliaran, Warga Payangan Gianyar Resah

Pencatutan itu diketahui setelah adanya klarifikasi oleh KPU apakah yang bersangkutan benar anggota partai.

Tak sedikit ASN yang dicatut tersebut lemas atau bahkan tidak enak makan.

"Dua teman saya sampai tidak bisa makan karena terkejut. Soalnya kan tidak pernah terlibat perpolitikan, tau-taunya ada seperti itu. Apalagi kan sanksinya berat, bisa dipecat kalau ASN terbukti ikut parpol," ujar seorang sumber di Pemkab Gianyar.


Ketua KPU Gianyar, I Putu Agus Tirtasuguna, Selasa 20 September 2022 membenarkan dalam proses verifikasi parpol ada persoalan pencatutan nama.

Namun ia tak merinci profesi-profesi yang identitasnya dicatut parpol. Namun ia menyebut, sejauh ini baru 96 orang yang melaporkan namanya dicatut.


Ia juga tak merinci partai politik yang mencatut identitas seseorang tanpa sepengetahuan orang yang bersangkutan. 

"Sementara masih 96 orang tanggapan masyarakat sampai saat ini. Dari beberapa parpol," ujarnya.

Baca juga: Konvoi Bahayakan Keselamatan, KNPI Gianyar Ancam Diskualifikasi Sekolah Peserta Liga Futsal 2022

Lebih lanjut dikatakannya, masyarakat yang identitasnya dicatut telah melakukan klarifikasi ke KPU Gianyar. Namun terkait apakah hal tersebut bisa dilaporkan ke penegak hukum, Tirtasuguna menyatakan hal tersebut bisa dilakukan. 

"Yang dicatut ini, mereka melakukan klarifikasi ke KPU melalui tanggapan masyarakat, membuat surat pernyataan bermateri dan menyertakan fotocopy KTPnya. Apakah bisa dilaporkan ke polisi, silahkan saja itu hak individu dari yang bersangkutan kami hanya memproses terkait keanggotaan parpol saja," ujarnya.


Terkait penyebab bisa adanya pencatutan identitas tersebut, Tirtasugana mengatakan pihaknya tak mengetahui.

"Masalah nika (itu-red) kami tidak mengetahuinya karena semua proses pendaftaran parpol calon peserta pemilu di KPU RI, kita di Kabupaten Gianyar hanya melaksanakan perintah dari KPU RI," tandasnya. (*)

 

 

Berita lainnya di Berita Gianyar

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved