Berita Gianyar

ODGJ Pembunuh Ibu Tiri Masih Berkeliaran, Warga Payangan Gianyar Resah

Pembunuhan yang dilakukan I Wayan Agus Arnawa alias Kolok (25) pada ibu tirinya di Banjar Marga Tengah, Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali,

Istimewa
Pelaku pembunuhan ibu tiri di Payangan, Gianyar, Bali, I Wayan Agus Arnawa alias Kolok (25) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pembunuhan yang dilakukan I Wayan Agus Arnawa alias Kolok (25) pada ibu tirinya di Banjar Marga Tengah, Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali, tepat terjadi saat warga setempat menggelar persiapan upacara ngaben di bale banjar.

Pelaku yang beraksi karena gangguan jiwanya kumat itu pun kini membuat warga setempat resah.

Sebab usai melakukan aksi kejinya, ia kabur dan belum tertangkap sampai berita ini ditulis, Jumat 18 September 2022 sekitar pukul 14.00.

Di mana dia melakukan pembunuhan itu pukul 06.30 Wita. 

Baca juga: KPU Gianyar Ikat warga Batubulan dengan MoU Peduli Pemilu


Kelian Dinas Banjar Marga Tengah, I Kadek Dwi Wedana saat ditemui di bale banjar setempat membenarkan, pasca kejadian ini, warganya cukup resah.

Sebab tindakan tersebut telah dilakukan pelaku sebanyak dua kali.

Pertama dilakukan pada ibu kandungnya, dan yang kedua kalinya dilakukan pada neneknya.

Sementara korban tewas kali ini merupakan ibu tirinya. 


Dia menjelaskan, pasca menghabisi neneknya sekitar lima tahun lalu, krama sudah mengusulkan agar pelaku dibuatkan kamar khusus, agar tidak berkeliaran di pemukiman.

Di mana usai dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bali, hal tersebut telah dipenuhi oleh pihak keluarga.

Namun setelah berjalan cukup lama, ia kembali diberikan berbaur.

Baca juga: Dampak Kenaikan BBM, Harga Ikan Tongkol Naik 30 Persen di Gianyar


"Usai kejadian ini, kami harap pemerintah agar ikut memberikan solusi. Kalau kami sih maunya agar tidak lagi di sini, entah di RSJ selamanya atau dibuatkan tempat khusus, karena kalau di sini, pelaku membuat masyarakat ketakutan. Dulu saja, waktu menghabisi neneknya, warga dua minggu tidak berani keluar rumah," ungkapnya. 


Jikapun harus di banjar ini, ia meminta pihak keluarga agar yang bersangkutan ditaruh di rumah khusus, dan tidak dilepas.

Hal ini untuk kebaikan bersama, yakni, yang bersangkutan tidak melukai warga atau warga supaya tak menghakimi yang bersangkutan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved