Berita Bali

Diupah Rp50 Ribu Jadi Kurir Sabu, Ketut Ariadi Terancam Bui 20 Tahun

Beralasan terdesak kebutuhan ekonomi membuat Ketut Ariadi (50) nekat menjadi kurir sabu. Kini ia terancam bui 20 tahun.

www.klikpositif.com
Ilustrasi sabu - Diupah Rp50 Ribu Jadi Kurir Sabu, Ketut Ariadi Terancam Bui 20 Tahun 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Beralasan terdesak kebutuhan ekonomi membuat Ketut Ariadi (50) nekat menjadi kurir sabu.

Dari pekerjaan terlarang ini, terdakwa yang bekerja sebagai huruh harian lepas harus menanggung resikonya.

Ariadi ditangkap petugas kepolisian dan kini telah menjalani persidangan secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar


Ariadi menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Oleh JPU Made Ayu Citra Maya Sari, terdakwa dikenakan dakwaan alternatif. 

Baca juga: SUAMI-ISTRI Edarkan Sabu, Sembunyikan Barang Bukti di Lemari


Dakwaan pertama, terdakwa dinilai melanggar pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotik. Atau kedua, pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotik. Sebagaimana dakwaan JPU, atas perbuatannya, Ariadi terancam pidana maksimal 20 tahun. 


"Dari dakwaan jaksa penuntut, kami mewakili terdakwa tidak mengajukan eksepsi. Sehingga sidang dilanjutnya dengan pembuktian, pemeriksaan keterangan para saksi," jelas Aji Silaban selaku penasihat hukum terdakwa, Senin, 19 September 2022.


Diungkap dalam surat dakwaan JPU, terdakwa Ariadi diringkus petugas kepolisian dari Polresta Denpasar di kamar kos, Jalan Tukad Baru, Pemogan, Denpasar Selatan, Selasa, 14 Juni 2022 sekira pukul 16.40 Wita.

Terdakwa diduga terlibat mengedarkan narkoba jenis sabu. 


Terjerumusnya terdakwa dalam pusaran gelap narkoba, bermula saat dihubungi oleh Ajus (buron). Terdakwa diperintah mengambil paket sabu di Jalan By pass Nusa Dua. 

Baca juga: Ditangkap Saat Nempel Paket Sabu, Okfan Menerima Diganjar Tujuh Tahun Penjara


Terdakwa pun berhasil mengambil paket yang berisi 25 paket kecil sabu siap edar dan dibawa ke kosnya. Dari 25 paket itu, dua paket terdakwa ambil untuk dikonsumsi sendiri. Sisanya disimpan sambil menunggu perintah Ajus. 


Di sisi lain, pihak kepolisian sebelumnya telah mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya transaksi narkoba. Pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan terdakwa di kamar kosnya. 


Selanjutnya dilakukan penggeledahan di kamar kos terdakwa. Hasilnya ditemukan 23 paket sabu, 1 buah timbangan elektrik, dan barang bukti terkait lainnya. 


Lalu dilakukan interogasi, terdakwa mengakui bahwa 23 paket sabu dengan berat bersih keseluruhan 5,85 gram tersebut adalah milik Ajus. Terdakwa mengatakan hanya bekerja mengambil dan menempelkan kembali paket sabu sesuai perintah ajus.

Dari pekerjaan itu terdakwa mendapat upah Rp50 ribu setiap kali menempel. (*)

 

 

Berita lainnya di Peredaran Narkotika di Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved