Berita Jembrana

Pandemi Covid-19, Banyak Kasus Perceraian di Jembrana, Perkara Pidana Didominasi Kasus Narkotika

sejak terjadinya pandemi Covid-19, perkara yang lebih banyak adalah perdata, 90 persen kasus perceraian

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Ketua PN Negara, Ni Kadek Kusuma Wardani saat memberikan keterangan di PN Negara, Jembrana, Jumat 23 September 2022 - Pandemi Covid-19, Banyak Kasus Perceraian di Jembrana, Perkara Pidana Didominasi Kasus Narkotika 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Pengadilan Negeri (PN) Negara menangani ratusan perkara baik pidana maupun perdata setiap tahunnya.

Namun, sejak terjadinya pandemi Covid-19, perkara yang lebih banyak adalah perdata.

Bahkan, dari total perkara perdata yang ditangani, 90 persen di antaranya adalah kasus perceraian.

Hal itu disebabkan oleh banyak faktor seperti ekonomi dan lainnya.

Baca juga: 90 Persen Perkara Perdata di PN Negara adalah Perceraian, Perkara Pidana Didominasi Kasus Narkotika

Sementara untuk perkara pidana didominasi oleh kasus narkotika.

Menurut data yang diperoleh dari PN Negara, dari bulan Januari-September 2022 jumlah perkara perdata gugatan sebanyak 185 yang di antaranya 166 perkara adalah kasus perceraian.

Kemudian ada 5 perkara perdata gugatan sederhana dan 74 perkara permohonan.

Sementara, untuk perkara pidana tercata ada 73 perkara.

Kemudian ada 1 pidana praperadilan dan dua pidana anak yang menjadi korban.

Ketua PN Negara, Ni Kadek Kusuma Wardani mengatakan, sejak pandemi perkara yang ditangani lebih dominan perkara perdata.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved