Berita Badung

Rugikan LPD Ambengan Rp 1,9 Miliar, Polres Badung Tetapkan Kartini Sebagai Tersangka

Kasus korupsi LPD Desa Adat Ambengan Badung, dana nasabah tak bisa ditarik

Istimewa
Ida Ayu Nyoman Kartini - Rugikan LPD Ambengan Rp 1,9 Miliar, Polres Badung Tetapkan Kartini Sebagai Tersangka, Dana Nasabah Tak Bisa Ditarik 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Kasus korupsi di Kabupaten Badung, Bali kembali terungkap.

Kali ini jajaran Satreskrim Polres Badung menetapkan Ida Ayu Nyoman Kartini (47) sebagai tersangka kasus korupsi Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Ambengan Desa Ayunan Kecamatan Abiansemal.

Nyoman Kartini pun ditetapkan tersangka dengan tindak pidana korupsi LPD Desa Adat Ambengan sebesar Rp 1.954.769.383,20.

Kendati demikian sampai saat ini Jumat 23 September 2022 tersangka belum ditahan, karena masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Baca juga: TERSANGKA Korupsi Histeris, Hasnaeni Teriak dan Nangis Saat Ditangkap!

Kasat Reskrim Polres Badung Akp I Putu Ika Prabawa Kartima Utama, SIK seijin Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes, SIK, SH, MH mengatakan, terungkapnya kasus korupsi itu bermula dari adanya laporan masyarakat yang tidak bisa menarik uang pribadinya di LPD Desa Adat Ambengan pada 24 Januari 2019 silam.

Menindak lanjuti laporan tersebut, team unit 3 Tipidkor Polres Badung berdasarkan dengan surat perintah tugas nomor sprin GAS/69/I/RES.3.4/2019/RESKRIM pada tanggal 28 Januari 2019 kemudian melaksanakan penyelidikan di LPD Desa Adat Ambengan, Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal Badung.

Saat itu pula tipikor polres Badung mengumpulkan barang bukti hingga melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan koordinasi dengan stakeholders terkait.

"Dari serangkaian penyelidikan yang dilakukan team mendapatkan fakta bahwa memang benar dana nasabah yang disimpan di LPD Desa Adat Ambengan tidak bisa ditarik," ujar AKP Ika Prabawa.

Dari pemeriksaan awal, disebutkan dana kas LPD Desa Adat Ambengan tidak ada atau dana kas kosong.

Hal itu pun menguatkan tipikor dengan adanya kasus korupsi.

"Beberapa hasil rapat tahun menyatakan bahwa LPD tersebut masih mempunyai khas, bahkan mendapat keuntungan. Nah atas dasar itu diduga kuat adanya peristiwa pidana pada pengelolaan dana LPD Desa Adat Ambengan," jelasnya.

Untuk mengetahui kerugian pada pengelolaan dana LPD Desa Adat Ambengan atau kerugian keuangan negara dan perekonomian negara, unit 3 tipikor melakukan audit pada tanggal 18 februari 2019.

Kemudian pada tanggal 26 maret 2019 dilakukan gelar perkara dan disimpulkan bahwa proses penyelidikan ditingkatkan ke tahap penyidikan sesuai dengan surat perintah penyidikan surat perintah penyidikan nomor : SPRIN-SIDIK/70/III/RES.3.4/2019/SATRESKRIM, Tanggal 28 Maret 2019.

"Dapat disimpulkan adanya penyalahgunaan dana LPD Desa Adat Ambengan Desa Ayunan Kecamatan Abiansemal Badung yang dilakukan oleh ketua/kepala LPD Desa Adat Ambengan Desa Ayunan bersama sama almarhum berinisial NWR selaku kasir atau bendahara LPD Desa Adat Ambengan sebesar Rp 1,9 Miliar lebih," bebernya

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved