Berita Jembrana

Jembrana Bahas Peruntukan DID Rp8,8 Miliar, Fokus Percepatan Pemulihan Ekonomi di Gumi Makepung

jembrana Bahas Peruntukan DID Rp8,8 Miliar *Fokus Percepatan Pemulihan Ekonomi di Gumi Makepung

Tribun Bali/Coco
Sekda Jembrana, I Made Budiasa saat memberikan keterangan terkait rapat kerja pembahasan DID 2022, Minggu 25 September 2022. 

NEGARA, TRIBUN BALI - Jajaran TAPD Pemkab Jembrana menggelar rapat kerja di Rumah Jabatan Bupati Jembrana, Minggu 25 September 2022.

Mereka membahas terkait anggaran yang diperoleh dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang bernama dana insentif daerah (DID) 2022 senilai Rp 8,8 Miliar lebih.

Peruntukannya adalah untuk percepatan pemulihan ekonomi di daerah penerima.

Sekda Jembrana, I Made Budiasa yang memimpin rapat tersebut mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat kerja dengan OPD terkait sehubungan dengan pengharagaan DID 2022 senilai Rp8,8 Miliar lebih.

Sekda Jembrana, I Made Budiasa saat memberikan keterangan terkait rapat kerja pembahasan DID 2022, Minggu 25 September 2022.
Sekda Jembrana, I Made Budiasa saat memberikan keterangan terkait rapat kerja pembahasan DID 2022, Minggu 25 September 2022. (Tribun Bali/Coco)

Tujuannya adalah untuk menyusun kebutuhan OPD agar bisa melakukan percepatan pemulihan ekonomi di Gumi Makepung.

"Sudah kita rapatkan untuk penyusunan progran penggunaan DID. Itu baru kita menyusun. Intinya adalah untuk percepatan pemulihan ekonomi daerah sesuai dengan Peraturan Kementerian Keuangan (PMK)," kata Budiasa saat dikonfirmasi.

Dia menjelaskan, sesuai dengan PMK Nomor 140/PMK.07/2022 tentang Dana Insentif Daerah (DID) pada pasal 7 ada tiga upaya yang bisa dilakukan. Diantaranya adalah memberikan perlindungan sosial seperti bansos, memberikan dukungan kepada UMKM, hingga upaya penurunan tingkat inflasi.

Untuk upaya penurunan tingkat inflasi, kata dia, pihaknya sudah menganggarkan 2 persen dari Dana Transfer Imum (DTU) senilai Rp 2,7 Miliar lebih. Nantinya direalisasikan lewat bansos, padat karya, UMKM dan juga subsidi transportasi.

"Jadi ada tiga upaya, itu tadi kita bahas dan sekarang masing-masing OPD akan melihat kebutuhannya dulu. Tujuannya adalah agar tepat sasaran," tegasnya.

Disinggung mengenai peruntukan awal pada anggaran Rp8,8 Miliar, mantan Kepala BKPSDM Jembrana ini menegaskan masih menunggu pengajuan dari masing-masing OPD. OPD yang dimaksud adalah seperti PUPRPKP, Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Dinas Koperasi, UKM, Perindag, hingga lainnya.

"Nanti OPD akan tapat internal dulu terkait kebutuhan. Sehingga akan disesuaikan antara kebutuhan dengan dana yang diterima. Misalnya di Perindag akan membuat operasi pasar, berapa kebutuhannya nanti akan disesuaikan," tandasnya.

 

 

BERITA LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved