Berita Internasional

Perjalanan Karir Xi Jinping, Presiden China yang Dikabarkan Tengah Dikudeta dan Jadi Tahanan Rumah

Inilah perjalanan karir Xi Jinping, Presiden China yang baru-baru ini dikabarkan tengah dikudeta dan jadi tahanan rumah.

XINHUA/LI XUEREN/EPA-EFE
Presiden China Xi Jinping pada 26 Maret 2020 - Inilah perjalanan karir Xi Jinping, Presiden China yang baru-baru ini dikabarkan tengah dikudeta dan jadi tahanan rumah. 

TRIBUN-BALI.COM - Kabar Presiden China, Xi Jinping, tengah dikudeta dan menjadi tahanan rumah beredar luas di media sosial.

Laporan yang tidak berdasar tersebut, telah masuk ke dalam trending topik Twitter.

Namun, pemerintah China tidak memberikan penjelasan apa pun mengenai hal ini.

Sementara di media sosial beredar kabar yang menyebut Jenderal Angkatan Darat China Li Qiaoming telah mengambil alih jabatan sebagai presiden baru.

Perjalanan Karir  Xi Jinping

1. Keturunan revolusioner komunis Xi Zhongxun dan mendapat julukan "Pangeran"

Xi Jinping yang lahir pada 15 Juni 1953, merupakan presiden ke-7 dan Ketua Komisi Militer Sentral Republik Rakyat Tiongkok.

Xi adalah putra kedua dari pasangan Xi Zhongxun dan Qi Xin. Ayahnya, Xi Zhongxun pernah menjabat sebagai wakil perdana menteri China dan merupakan sekutu awal Mao Zedong.

Namun karena sering berselisih dengan pemerintah, ayah Xi pernah dipenjara selama Revolusi Kebudayaan sebelum akhirnya menerima rehabilitasi pada tahun 1970-an.

Baca juga: Ratu Elizabeth II Telah Dimakamkan, Penuhi Janji Mengabdi Seumur Hidup Untuk Kerajaan Inggris

Karena statusnya sebagai putra Xi Zhongxun,  Xi Jinping dianggap sebagai "Pangeran" atau "Princeling".

Istilah ini digunakan untuk menggambarkan keturunan pejabat senior Partai Komunis terkemuka.

Namun "Princeling" juga kadang-kadang digunakan untuk menghina orang-orang di Tiongkok yang dianggap mendapat manfaat dari nepotisme dan kronisme.

2. Pernah menjadi buruh kasar

Xi menjadi salah satu dari jutaan pemuda perkotaan yang "diturunkan" dan dipaksa pemerintah Komunis untuk meninggalkan kota dan bekerja sebagai buruh di pedesaan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved