Berita Denpasar

Buntut Dugaan Kasus Penolakan Pasien di RSUD Wangaya, Wakil Wali Kota Denpasar: Kami Evaluasi

dugaan penolakan pasien di RSUD Wangaya Denpasar, Bali, tindak lanjut dari Pemkot Denpasar yakni melakukan evaluasi di internal rumah sakit

Istimewa
Kondisi NS (44) saat ditangani oleh pihak RSUP Sanglah, Denpasar pada Sabtu 24 September 2022 lalu. Ia meninggal dalam perjalanan karena ditolak di dua rumah sakit di Denpasar - Buntut Dugaan Kasus Penolakan Pasien di RSUD Wangaya, Wakil Wali Kota Denpasar: Kami Evaluasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pada Sabtu 24 September 2022 kemarin, sempat heboh dugaan penolakan pasien di RSUD Wangaya Denpasar, Bali.

Selain itu, dikatakan pula jika saat anak pasien tersebut membutuhkan ambulans malah ditolak.

Sehingga pasien tersebut dibonceng dengan sepeda motor menuju ke RSUP Prof. Ngoerah dan akhirnya pasien meninggal dunia.

Terkait hal tersebut, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, kondisi saat itu di RSUD Wangaya memang penuh.

Baca juga: Meninggal karena Tak Dapat Bantuan RS, RSUD Wangaya Denpasar Bantah Disebut Tolak Pasien Darurat

Di IGD menurutnya memang dirawat sebanyak 13 orang pasien.

“13 pasien di IGD memang tingkat kegawatdaruratannya perlu pelayanan dan pengawalan. Karena sesuai SOP jika saat itu melayani yang lain dan pasien yang sudah dilayani meninggal misalnya, maka itu akan lebih berisiko terkait dengan pelayanan,” kata Arya Wibawa saat diwawancarai pada Rabu 28 September 2022.

Setelah kejadian tersebut, pihaknya mengaku sudah langsung meninjau SOP penggunaan ambulans.

Hal ini karena yang ramai dibicarakan juga terkait peminjaman ambulans yang tidak diizinkan.

“Dari SOP saat pemakaian ambulan di rumah sakit memang wajib didampingi oleh dokter atau perawat,” katanya.

Adapun tindak lanjut dari Pemkot Denpasar yakni melakukan evaluasi di internal rumah sakit.

Selain itu juga melakukan penambahan bed di IGD rumah sakit.

“Kami lakukan evaluasi internal untuk peningkatan pelayanan agar sesuai dengan motto Sewakadharma dan Vasudhaiva Kutumbakam,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah postingan dari anggota DPD Perwakilan Bali, Arya Wedakarna di akun instagramnya menjadi buah bibir.

Dalam postingannya, AWK mengatakan adanya dugaan penolakan pasien di RSUD Wangaya, Bali.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved