Berita Bali

POLEMIK TABUH RAH dan Tajen, Polda Bali Panggil Kapolsek dan Kanitreskrim Payangan Gianyar

Bidang Propam Polda Bali panggil Kapolsek Payangan dan Kanitreskrim Payangan, Gianyar pada Rabu 28 September 2022 kemarin, karena tabuh rah dan tajen.

Tribun Bali/ Ida Bagus Putu Mahendra
Kombes Pol Bayu Satake - Bidang Propam Polda Bali panggil Kapolsek Payangan dan Kanitreskrim Payangan, Gianyar pada Rabu 28 September 2022 kemarin. Pemanggilan Kapolsek Payangan, dan Kanitreskrim Payangan ini, guna dimintai keterangan. Terkait pelaksanaan tabuh rah yang ada di Desa Melinggih Kelod, Payangan, Gianyar. Tak hanya Kapolsek Payangan, dan Kanitreskrim Payangan saja yang dipanggil. Wayan Edy Setiawan, Kepala Desa Melinggih Kelod, juga turut dipanggil Polda Bali pada Selasa 27 September 2022. 

Ngakan Putra pun memberikan catatan, jika tajen bisa dibebaskan dari cap criminal, anak-anak tetap dilarang masuk ke arena tajen.

"Namun catatan saya, anak-anak tak boleh masuk ke tajen. Walaupun memang selama ini tak ada anak-anak metajen.

Dan selama metajen wajib memakai pakaian adat madya. Saya sampaikan ini bukan untuk mencari panggung politik.

Tapi riil apa yang saya temui di lapangan," ujar Ngakan Putra.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali, Ir I Gusti Putu Budiarta mengatakan tajen tetap dapat berlangsung di Bali, asalkan digunakan sebagai atraksi budaya.

“Kalau menurut saya sepanjang tajen dipakai sebagai atraksi budaya, tidak ada persoalan. Persoalan yang terjadi sekarang di masyarakat adalah tajen itu identik dengan judi. Kalau judi jelas bertentangan dengan UU di atasnya,” katanya, Kamis.

Ilustrasi tajen atau sabung ayam - Tokoh masyarakat Gianyar ini pun membeberkan penilaiannya, mengapa tajen harus dilegalkan di Bali.

Di antaranya, perputaran ekonomi di daerah.

Artinya, dalam satu arena tajen, ada banyak yang hidup di dalamnya, seperti, penggalian dana adat untuk pembangunan infrastruktur adat, perputaran ekonomi pedagang kuliner tradisional, seperti nasi lawar, babi guling dan sebagainya.

Bahkan, masyarakat kelas menengah ke bawah yang tak memiliki skill di bidang industri juga bisa hidup dari tajen.
Ilustrasi tajen atau sabung ayam - Tokoh masyarakat Gianyar ini pun membeberkan penilaiannya, mengapa tajen harus dilegalkan di Bali. Di antaranya, perputaran ekonomi di daerah. Artinya, dalam satu arena tajen, ada banyak yang hidup di dalamnya, seperti, penggalian dana adat untuk pembangunan infrastruktur adat, perputaran ekonomi pedagang kuliner tradisional, seperti nasi lawar, babi guling dan sebagainya. Bahkan, masyarakat kelas menengah ke bawah yang tak memiliki skill di bidang industri juga bisa hidup dari tajen. (Tribun Bali/ Istimewa)

Dia mengatakan, jika tajen diarahkan ke atraksi budaya dalam rangka kegiatan upacara adat atau agama dapat dimaknai dengan nama ‘ tabuh rah’.

Nantinya jika tabuh rah, yang ada pada upacara keagamaan dan tidak ditemukan unsur perjudian, ia mengatakan Bali akan tetap memperjuangkan hal tersebut agar dapat diberlakukan sepanjang kaitannya dengan upacara agama.

“Yang sering terjadi di masyarakat tajen itu kan identik dengan taruhan dan ini yang masih bertentangan dengan UU 303 KUHP.

Dan yang kedua diarahkan untuk menjadi sebuah atraksi budaya yang dinikmati oleh wistawan internasional dan domestik. Saya yakin tidak akan menjadi persoalan,” tambahnya.

Intinya sepanjang tidak ada transaksi uang didalamnya, tajen ini diyakini Budiarta tidak akan menjadi persoalan.

Namun yang terjadi selama ini di lapangan berbeda dan tajen sudah telanjur diidentikkan terdapat taruhan di dalamnya.

“Tapi kalau menurut saya kita harus membuat Perda khusus untuk memaknai tajen sebagai tabuh rah dan atraksi budaya khusus Tajen saja,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, Kapolda Bali beserta jajaran senantiasa mengikuti instruksi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, telah menginstruksikan polda seluruh Indonesia memberantas praktik perjudian, baik darat maupun online.

“Ya pada satu sisi kita (Polda Bali) melaksanakan instruksi dari pimpinan atas. Bapak Kapolri sudah menyampaikan itu, dan Bapak Kapolda (Bali) juga sudah melaksanakan instruksi Bapak Kapolri,” ucap Kabid Humas Pol Satake Bayu.

Menurutnya, jika ada unsur masyarakat yang keberatan dan berusaha memperjuangkannya kembali, Polda Bali akan melakukan edukasi dan mediasi.

“Terkait adanya masyarakat yang ingin memperjuangkan itu, nanti dibicarakan.

Pada satu sisi, polisi melaksanakan perintah pimpinan. Kita tegas tetap melakukan itu (pemberantasan judi),” tegas Kabid Humas, Kamis. (weg/sar/mah)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved