Berita Bali
PETUGAS DAM Peraupan Ungkap Sempat Melihat Dayung dan Helm Hanyut
Saat sedang istirahat, tiba-tiba mereka melihat beberapa perlengkapan rafting hanyut melewati aliran sungai.
Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Rencananya perlengkapan tersebut juga akan diselamatkan, tetapi saat itu air sungai sangat deras dan banyak kayu yang terbawa air.

Oleh karena itu, mereka menutup keinginan tersebut.
Tinggi air saat itu diperkirakan mencapai angka 250 Cm.
Adi menambahkan, ia dan kawan-kawannya belum mengetahui ada kabar orang hilang saat rafting.
“Kami baru tau kabar ada WNA hilang saat rafting, saat malam hari diberi informasi oleh teman.
Tetapi sore itu entah bagaimana kita tiba-tiba berpikir setelah itu kemungkinan akan ada orang yang hanyut,” tambahnya.
Adi menjelaskan, Tukad Ayung yang berhulu di Gianyar sendiri merupakan sungai yang sering digunakan sebagai wahana rafting.
Mereka juga sering menemukan perlengkapan rafting yang hanyut.
Dayung sendiri merupakan salah satu alat yang paling sering ditemukan.
Namun, hanyutnya dayung biasanya terjadi dalam selang waktu yang cukup lama.
Sementara helm sendiri merupakan perlengkapan yang jarang ditemukan.
Biasanya, Adi dan kawan-kawannya akan menyelamatkan barang tersebut apabila memungkinkan.

Setelah melihat dayung dan helm tersebut, Adi tak lantas melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib atau pemerintah.
Hal ini dikarenakan kejadian tersebut merupakan hal yang lumrah terjadi di DAM Peraupan.
Karena tumben melihat helm hanyut, mereka pun menunggu beberapa saat di atas DAM Peraupan untuk memastikan kondisi.