Berita Bali

PETUGAS DAM Peraupan Ungkap Sempat Melihat Dayung dan Helm Hanyut

Saat sedang istirahat, tiba-tiba mereka melihat beberapa perlengkapan rafting hanyut melewati aliran sungai.

ist
Selain membantu mengamati DAM yang dialiri air Tukad Ayung, beberapa petugas juga mengungkapkan beberapa kejadian. Salah satunya dari Suarsana Adi Nata, petugas DAM Peraupan. Pada kejadian WNA hilang saat rafting, ia kebetulan sedang bertugas di DAM Peraupan. Kepada Tribun Bali, lelaki yang akrab disapa Adi itu, mengatakan ia dan beberapa rekannya baru saja selesai melaksanakan tugasnya mengatur air bendungan. Saat sedang istirahat, tiba-tiba mereka melihat beberapa perlengkapan rafting hanyut melewati aliran sungai. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - WNA hilang saat rafting, di Tukad Ayung tengah menjadi atensi semua pihak.

Tidak hanya personil tim operasi pencarian WNA hilang saja, namun juga masyarakat setempat ikut mencari.

Terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas, yang berkaitan langsung dengan daerah Tukad Ayung.

Seperti yang dilakukan petugas DAM Peraupan, Dusun Umadesa, Desa Peguyangan Kaja, Denpasar Utara.

Baca juga: WNA HILANG Rafting Masuk Tahap Pencarian Hari Ketiga, Terkendala Cuaca dan Kondisi Sungai

Baca juga: Pencarian WNA Inggris Diperpanjang 3 Hari Usai Gelar Evaluasi Bersama Keluarga dan Konsulat

Hingga matahari mau terbenam, Warga Negara Asing (WNA) asal Amerika Serikat, yang tenggelam saat rafting di Tukad Ayung, Ubud, Gianyar, Bali, belum juga ditemukan.

Bahkan setelah beberapa kali menyisir Tukad Ayung, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas Bali), Polres Gianyar, dan BPBD Kabupaten Gianyar belum juga menemukan hasil.

Pencarian bule tersebut, dilakukan pada Selasa 4 Oktober 2022 pada pukul 07.00 WITA hingga pukul 18.00 WITA.

Start pencarian pun dilakukan mulai dari Desa Bongkasa, hingga Bendungan Desa Mambal Abiansemal Badung.
Hingga matahari mau terbenam, Warga Negara Asing (WNA) asal Amerika Serikat, yang tenggelam saat rafting di Tukad Ayung, Ubud, Gianyar, Bali, belum juga ditemukan. Bahkan setelah beberapa kali menyisir Tukad Ayung, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas Bali), Polres Gianyar, dan BPBD Kabupaten Gianyar belum juga menemukan hasil. Pencarian bule tersebut, dilakukan pada Selasa 4 Oktober 2022 pada pukul 07.00 WITA hingga pukul 18.00 WITA. Start pencarian pun dilakukan mulai dari Desa Bongkasa, hingga Bendungan Desa Mambal Abiansemal Badung. (ist)

Selain membantu mengamati DAM yang dialiri air Tukad Ayung, beberapa petugas juga mengungkapkan beberapa kejadian.

Salah satunya dari Suarsana Adi Nata, petugas DAM Peraupan.

Pada kejadian WNA hilang saat rafting, ia kebetulan sedang bertugas di DAM Peraupan.

Kepada Tribun Bali, lelaki yang akrab disapa Adi itu, mengatakan ia dan beberapa rekannya baru saja selesai melaksanakan tugasnya mengatur air bendungan.

Saat sedang istirahat, tiba-tiba mereka melihat beberapa perlengkapan rafting hanyut melewati aliran sungai.

Operasi pencarian WNA hilang saat rafting di Tukad Ayung, yang menjadi korban hanyut masih terus dilakukan. 

WNA Amerika itu terjatuh saat rafting di Tukad Agung, Desa Kedewatan, Ubud, Gianyar, Bali.

Memasuki hari ketiga pencarian WNA Amerika, pada Rabu, 5 Oktober 2022.

Lokasi pencarian pun, kini diperluas hingga ke wilayah Kota Denpasar.

Salah satu titik yang disiagakan sebagai titik operasi, adalah DAM Peraupan yang bertempat di Dusun Umadesa, Desa Peguyangan Kaja, Denpasar Utara.
Operasi pencarian WNA hilang saat rafting di Tukad Ayung, yang menjadi korban hanyut masih terus dilakukan.  WNA Amerika itu terjatuh saat rafting di Tukad Agung, Desa Kedewatan, Ubud, Gianyar, Bali. Memasuki hari ketiga pencarian WNA Amerika, pada Rabu, 5 Oktober 2022. Lokasi pencarian pun, kini diperluas hingga ke wilayah Kota Denpasar. Salah satu titik yang disiagakan sebagai titik operasi, adalah DAM Peraupan yang bertempat di Dusun Umadesa, Desa Peguyangan Kaja, Denpasar Utara. (Tribun Bali/Putu Yunia)

“Waktu itu (Senin, 3 Oktober 2022) posisinya ada tiga orang yang jaga di sini, termasuk saya.

Teman saya yang pertama kali melihat dayung dan lima menit kemudian kami melihat helm,” jelas Adi.

Adi menuturkan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 15.00-15.30 WITA dan melewati tepat di tengah jembatan DAM Peraupan

Dayung yang mereka lihat berwarna merah sementara helm berwarna biru.

Ia tak tahu pasti perlengkapan tersebut merupakan perlengkapan yang digunakan para korban rafting yang hanyut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved