Tragedi Kanjuruhan
Indonesia Dihantui Sanksi FIFA Usai Tragedi Kanjuruhan, PSSI: Belum Ada Pembicaraan Sampai Saat ini
Indonesia saat ini tengah dihantui sanksi dari FIFA akibat Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang.
Indonesia Dihantui Sanksi FIFA Usai Tragedi Kanjuruhan, PSSI: Belum Ada Pembicaraan Sampai Saat ini
TRIBUN-BALI.COM – Indonesia saat ini tengah dihantui sanksi dari FIFA akibat Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang.
Tidak hanya itu, ratusan orang harus mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di rumah sakit yang tersebar di Jawa Timur.
Adapun Tragedi Kanjuruhan terjadi seusai pertandingan antara Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam pekan kesebelas Liga 1.
Dalam laga tersebut, Arema FC harus menelan kekalahan 2-3 dari Persebaya Surabaya.
Akibat tragedi Kanjuruhan, Indonesia pun kini tengah dibayangi sanksi dari FIFA.
Tak sedikit kekhawatiran bahwa Indonesia bakal gagal menjadi tuan rumah perhelatan akbar Piala Dunia U20 2023.
Wakil Sekjen PSSI, Maaike Ira Puspita, sudah melakukan komunikasi dengan FIFA mengenai insiden di Stadion Kanjuruhan.
Baca juga: TOTAL Korban Tragedi Kanjuruhan 574 Orang: 131 Meninggal, 420 Luka Ringan, 23 Luka Berat, 66 Dirawat
“Sering komunikasi dengan kami itu (pengurus FIFA) di bagian keanggotaan Asia dan Oceania,” ucap Maaike Ira, seperti dikutip dari BolaSport.com.
“Kami komunikasi langsung dengan beliau. Kemudian mereka bilang, ya, sudah kita kawal bersama,” tambah dia menjelaskan.
Maaike Ira Puspita menjelaskan bahwa belum ada pembahasan mengenai penjatuhan sanksi dari FIFA setelah tragedi Kanjuruhan.
“Jangan berpikir masalah melebar (ke potensi penjatuhan sanksi untuk Indonesia). Kita pikirkan dulu kondisi korban dan juga keluarga korban. FIFA selalu bersama PSSI,” ujar dia lagi.
“Belum ada sanksi yang dibicarakan sampai saat ini. Belum ada pembicaraan soal sanksi,” tutur dia.
Ira Puspita menuturkan bahwa perwakilan FIFA dan AFC bahkan ingin mengunjungi Indonesia.

Kedatangan itu bukan untuk menginvestigasi PSSI. Namun, untuk memberikan dukungan kepada Indonesia yang menghadapi masa sulit.