Berita Bali

51 Calon Ida Pandita Mpu Ikuti Pembekalan di Denpasar, Sunasdyana: Mempersiapkan Diri untuk Mediksa

sebanyak 51 calon Ida Pandita Mpu yang merupakan Ida Bawati berkumpul dan mengikuti pembekalan di Denpasar

Penulis: Putu Honey Dharma Putri W | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Putu Honey Dharma Putri
Penutupan kegiatan pembekalan Calon Ida Pandita Mpu Angkatan ke IV pada Minggu 16 Oktober 2022 - 51 Calon Ida Pandita Mpu Ikuti Pembekalan di Denpasar, Sunasdyana: Mempersiapkan Diri untuk Mediksa 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi Pusat menggelar penutupan kegiatan pembekalan calon Ida Pandita Mpu Angkatan ke IV pada Minggu 16 Oktober 2022.

Kegiatan pembekalan ini telah berlangsung selama 3 hari, yakni dari Jumat 14 Oktober 2022 hingga Minggu 16 Oktober 2022.

Kegiatan berlangsung di Pasraman Widya Graha Kepasekan Sekretariat MGPSSR di Jalan Cekomaria 777x Denpasar, Bali.

Tidak hanya itu, sebanyak 51 calon Ida Pandita Mpu yang merupakan Ida Bawati berkumpul dan mengikuti pembekalan ini.

Baca juga: Mengenal Pandita dalam Hindu Bali, Punya Tiga Jalan Moksa dan Harus Mampu Membimbing Sisya

Jero Mangku Sunasdyana yang merupakan Ketua Bidang Kesulinggihan dan Upakara MGPSSR menyampaikan bahwa pembekalan ini adalah salah satu persiapan peserta.

“Peserta merupakan Ida Bhawati dari Pasek yang akan mempersiapkan diri untuk mediksa. Sbha Pandita tentu merasa bertanggung jawab untuk mempersiapkan beliau-beliau ini agar nantinya lebih siap,”jelasnya.

Penutupan pun berlangsung sekitar pukul 16.30 Wita, dengan membagikan sertifikat resmi yang nantinya akan menjadi persyaratan dari PHDI, bagi Ida Bawati yang akan melakukan diksa.

Pembekalan ditutup oleh Ketua Sabha Pandita MGPSSR yakni Ida Pandita Mpu Dhaksa Merta Yoga dari Griya Agung Beraban dan Ida Pandita Mpu Jaya Putra Pemuteran dari Griya Pemuteran Renon selaku Manggala Tim Pembekalan Ida Bhawati/Pendonan Pediksan MGPSSR Pusat.

Ida Pandita Mpu Jaya Putra Pemuteran pun menjelaskan, beberapa materi yang diberikan kepada peserta pada pembekalan ini.

“Jadi materi yang diberikan terkait dengan ‘kewikon’ yaitu kewajiban sebagai seorang pandita. Kemudian pelaksanaan ketika upacara diksa itu seperti apa, sasana, teologi tentang Ketuhanan, hingga mengenai upakara,” ucap Beliau kepada Tribun Bali.

Sedangakan Ida Pandita Mpu Dhaksa Merta Yoga ketika ditemui Tribun Bali, mengaku 3 hari sebenarnya tidak cukup untuk membekalkan ilmu kepada para Ida Bawati.

“Pembekalanya apalagi materinya sangat banyak, tapi agar dimaklumi bahwa tidak semua dapat disampaikan, hanya beberapa saja. Karena selain pembekalan juga kami berikan buku materi yang bisa menjadi pedoman para peserta untuk kembali dipelajari,” tuturnya.

Menurut beliau pembekalan ini juga secara khusus untuk menjaga nama baik dari para peserta di masyarakat.

“Kami berharap dan cita-cita kami agar nanti peserta dapat menjadi Sulinggih yang berkualitas dalama upakara maupun lain sebagainya,” harapnya.

Pembekalan ini pun nantinya akan kembali diadakan secara rutin setiap enam bulan sekali.(*).

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved