Berita Bali

Pemprov Punya BTT Rp 35 Miliar, Biaya Tangani Bencana Alam di Bali

Pemprov Bali memiliki Bantuan Tidak Terduga sekitar Rp 35 miliar, namun, BTT tidak dapat disalurkan ke perbaikan fisik seperti jembatan atau jalan.

(TB/Angga).
Gubernur Bali I Wayan Koster didampingi Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra mengunjungi beberapa lokasi bencana di Tabanan, Rabu 19 Oktober 2022 - Pemprov Punya BTT Rp 35 Miliar, Biaya Tangani Bencana Alam di Bali 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Gubernur Bali I Wayan Koster didampingi Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra mengunjungi beberapa lokasi bencana di Tabanan.

Dalam penanganan bencana ini ada penanganan jangka pendek dan panjang yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bali untuk bantuan ke daerah.

Gubernur Koster mengatakan, untuk penanganan bencana ada dana APBN dan APBD Provinsi yang akan disalurkan ke masyarakat.

Karena saat ini sifatnya darurat bencana maka untuk jalan kabupaten seperti di jembatan Cau Desa Tua, Kecamatan Marga bisa dibantu APBD Provinsi, melalui BKK (Bantuan Keuangan Khusus) 2023.

Baca juga: Gubernur Bali Koster Ajak BKS LPD Perkuat Fungsi, Keuangan di Desa Adat Berbasis Kearifan Lokal

Nah, untuk BTT ( Bantuan Tidak Terduga) Pemprov Bali memiliki sekitar Rp 35 miliar.

Namun, BTT tidak dapat disalurkan ke perbaikan fisik seperti jembatan atau jalan.

“Anggaran semua akan dihitung secara keseluruhan (bencana di Tabanan Jembrana dan Karangasem). Kita ada BTT, tapi tidak bisa untuk jembatan. Untuk di sini (Jembatan Cau Desa Tua). Tidak bisa buru-buru (diperbaiki). Kita ada BTT Rp 35 miliar. Nanti untuk bantuan ke warga,” ucapnya.

Koster mengaku terjun ke lapangan untuk mengetahui langsung kondisi masyarakat. K

Kemudian mengetahui kondisi lapangan yang menyebabkan kerusakan jalan. Jalan sampai putus.

Bahkan, di Tabanan juga air bah menimpa pelinggih Pura Beji. Jadi, dari hasil kunjungan lapangan akan dibuat rapat koordinasi yang membahas bencana di Tabanan, Jembrana dan Karangasem.

Menurut Koster, terkait jembatan di Jembrana yang sempat membuat putus lalu lintas (tidak dapat dilalui), pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dirjen Kementian PU untuk normalisasi.

Pihaknya melakukan upaya jangka pendek dan panjang.

Untuk jangka pendek, maka akan tetap difungsikan. Akan tetapi, sekarang ini secara bergiliran uji kalayakan juga dilakukan.

Menurut dia, selain jangka pendek, untuk jangka panjang maka dirancang pembangunan jembatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved