Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Kasus Gagal Ginjal Akut di Bali, Gus Satya Berhasil Bertahan, Obat Antidotum akan Diberikan Gratis

Kasus Gagal Ginjal Akut di Bali, Ida Bagus Made Satya Prawira atau Tu Bagus Satya berhasil bertahan di tengah kondisi gangguan yang diidapnya

Tayang:
Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Putu Yunia Andriyani
Senyuman lebar Ni Kadek Erin Elsayani bersama sang anak, Ida Bagus Made Satya Prawira pasca pulih dari gangguan ginjal akut yang diidapnya 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ida Bagus Made Satya Prawira atau Tu Bagus Satya merupakan salah satu pasien gangguan gagal ginjal akut yang sempat dirawat di RSUP Prof IGNG Ngoerah.

Anak laki-laki berusia 3 tahun ini berhasil bertahan di tengah kondisi gangguan yang diidapnya, sehingga harus dirawat selama tiga minggu di rumah sakit.

Ni Kadek Erin Elsayani selaku ibu pasien mengatakan gejala awal anaknya diawali dengan demam tinggi, mual, dan muntah sejak 4 September 2022.

Kondisinya anaknya sangat lemas, nafsu makan dan minumnya menurun sehingga tidak bisa banyak beraktivitas.

Baca juga: Terkait Kasus Gagal Ginjal Akut, DPRD Badung Minta Dinkes Pantau Obat yang Disetop

Hal yang paling terlihat juga adalah volume kencing anaknya yang berkurang bahkan sempat tidak kencing sama sekali.

“Sempat dibawa ke klinik dan diberi obat sehingga anak sempat sembuh, tapi tidak lama naik lagi demamnya. Pada demam yang kedua volume kencingnya menurun termasuk nafsu makan minumnya,” jelas Erin Elsayani, Selasa 25 Oktober 2022.

Anak kemudian dirujuk ke RS Puri Bunda pada 13 September 2022 malam karena sakit yang terus berlanjut bahkan setelah dua kali ke klinik.

Dokter mengambil darah dan menginfus hingga dua kantong namun kencingnya tidak kunjung keluar.

Setelah melakukan cek laboraturium, dokter menyatakan anak terkena gangguan fungsi ginjal akut dan harus dirujuk.

Pada 14 September 2022 dini hari anak langsung dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah dan masuk ke IGD anak.

Tu Bagus kembali diambil darahnya, diinfus, dan dipasang selang CDL (catheter double lumen) yang berfungsi untuk cuci darah.

“Perasaan saya sangat hancur saat itu. Kalau diingat-ingat, pasti sedih. Saya tidak menyangka bisa terkena gagal ginjal tersebut karena anak saya sangat aktif dan tidak memiliki riwayat penyakit separah itu,” tutur Erin dengan mata berkaca-kaca.

Syukurnya, penanganan di rumah sakit cepat, mulai dari pemasangan CDL dan cuci darah yang dilakukan pada hari yang sama Tu Bagus dirujuk.

Selama tiga minggu dirawat, Tu Bagus Satya sempat dirawat di ICU selama dua hari karena mengalami pembengkakan seluruh badan.

Pembengkakan bahkan terjadi hingga ke paru-paru dan jantung akibat banyak cairan tubuhnya yang tidak keluar.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved