Berita Denpasar
11 Anak Terserang Gagal Ginjal Akut di Denpasar, 7 Anak Meninggal Dunia
Kasus gagal ginjal akut masih kini menghantui anak-anak di Indonesia termasuk di Bali, khususnya Denpasar.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus gagal ginjal akut kini menghantui anak-anak di Indonesia termasuk di Bali, khususnya Denpasar.
Pasalnya di Kota Denpasar sendiri sudah 11 anak yang terserang gagal ginjal akut.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 7 anak dinyatakan meninggal dunia.
Baca juga: Kasus Gagal Ginjal Akut di Bali, Gus Satya Berhasil Bertahan, Obat Antidotum akan Diberikan Gratis
Hal tersebut diungkapkan oleh Plt Kadis Kesehatan Kota Denpasar, Tri Indarti saat dihubungi Kamis, 27 Oktober 2022.
“Untuk di Kota Denpasar ditemukan 11 kasus, di mana 7 orang meninggal dunia,” katanya.
Terkait hal tersebut, Dinas Kesehatan Kota Denpasar pun menggencarkan sidak obat sirup pada apotek di Wilayah Kota Denpasar.
Dari hasil sidak tersebut Tri Indarti mengatakan seluruh apotek yang dikunjungi tidak lagi menyediakan obat sirup.
Hal ini telah sesuai dengan Surat Menkes Nomor: 01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) Pada Anak.
Baca juga: Sempat Minum Obat Saat Sakit, Erin Trauma Lihat Obat Pasca Anak Pulih Dari Gangguan Ginjal
"Dari pengawasan seluruh apotek yang kami datangi sudah tidak menjual obat sirup," katanya.
Dalam kesempatan tersebut Tri Indarti juga mengimbau kepada seluruh Dokter atau Rumah Sakit agar tidak memberikan resep obat sirup.
Hal senada juga berlaku bagi apotek agar tidak menerima resep obat sirup.
"Dokter, Rumah Sakit dan Apotek kami mohon kerjasamanya untuk tidak meresepkan obat sirup, dan apotek agar tidak melayani pembelian obat sirup, kami ucapkan terima kasih bagi apotek yang sudah mengikuti imbauan pemerintah," katanya.
Baca juga: Menkes Budi Gunadi Pastikan Obat Gangguan Ginjal Akut Akan Diberikan Secara Gratis ke Semua Pasien
Pihaknya mengingatkan perlunya kewaspadaan orangtua yang memiliki anak terutama usia di bawah 6 tahun dengan gejala penurunan volume atau frekuensi urin atau tidak ada urin, dengan atau tanpa demam atau gejala prodromal lain untuk segera dirujuk ke Fasilitas Kesehatan terdekat.
Selain itu, anak usia balita untuk sementara tidak mengkonsumsi obat-obatan yang didapatkan secara bebas tanpa anjuran dari tenaga kesehatan yang kompeten sampai dilakukan pengumuman resmi dari Pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Perawatan anak sakit yang menderita demam di rumah lebih mengedepankan tata laksana non farmakologis seperti mencukupi kebutuhan cairan, kompres air hangat, dan menggunakan pakaian tipis. Jika terdapat tanda-tanda bahaya, segera bawa anak ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdekat," kata Tri Indarti.
Diberitakan sebelumnya, di Bali ditemukan 17 kasus gagal ginjal akut, di mana 11 anak meninggal.
Dari data tersebut, 11 kasus ditemukan di Denpasar dan 7 anak meninggal dunia (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/10-gangguan-ginjal-pada-anak-yang-sering-menyerang-jangan-disepelekan.jpg)