Kereta Cepat Jakarta Bandung
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diperpanjang Sampai Surabaya, Menhub: Dibahas 15 Tahun
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung direncanakan akan diperpanjang rutenya sampai Surabaya
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung direncanakan akan diperpanjang rutenya sampai Surabaya.
Menhub mengungkapokan bahwa proyek kereta cepat yangs aat inidikejakan akan melayani beberapa titik ekonomi vital yang berada di Jawa.
Budi Karya Sumadi mengungkapkan bahwa proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya ini akan memotong waktu transportasi menjadi 4 jam saja.
Seperti dilansir dari kompas.com pada Sabtu 29 Oktober 2022, Menhub Budi Sumadi mengungkapkan kalau pemerintah bersama Jepang juga tengah berencana membangun Kereta Semi Cepat Jakarta Surabaya.
Baca juga: Membengkak 27,9 Triliun, Indonesia Diminta Tangung Biaya Pembengkakan Proyek Kereta Cepat oleh China
"Kereta cepat juga gitu kok, dibangun cuma Jakarta-Bandung banyak kok-nya, tapi kalau kita yakin ini akan kita bangun Jakarta-Surabaya (Kereta Cepat Jakarta Surabaya)," kata Budi Karya pada Jumat 28 Oktober 2022 lalu.
Meski baru wacana, Budi tidak menjabarkan terkait tindak lanjut mengenai realisasinya, terutama sumber pendanaannya.
Terlebih, untuk rute Jakarta-Bandung saja yang berjarak 142 kilometer, biaya yang dikeluarkan mencapai ratusan triliun.
Sementara jarak Jakarta ke Surabaya mencapai hampir 800 kilometer sehingga pembangunan akan memakan biaya yang sangat banyak.
Proyek kereta cepat didanai utang dari China dengan bunga 2 persen per tahun. Jauh lebih tinggi dibandingkan proposal Jepang yang menawarkan bunga 0,1 persen per tahun.
Baca juga: 111 Ton Besi Proyek Kereta Cepat Indonesia China Dicuri, Pemerintah Rugi Rp 1 Miliar
Namun utang itu akan ditanggung oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), konsorsium perusahaan yang sebagian besar sahamnya dikuasai PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), perusahaan patungan BUMN Indonesia.
Empat BUMN yang terlibat dalam proses pembangunan kereta kecepatan tinggi antara lain Kereta Api Indonesia, Wijaya Karya, PTPN VIII, dan Jasa Marga.
Selain itu karena adanya pembengkakan biaya, APBN juga harus ikut menambal pembengkakan biaya atau cost overrrun agar proyek ini tak sampai mangkrak.
Sebagai informasi saja, biaya pembangunan mega proyek infrastruktur itu mengalami pembengkakan biaya menjadi 8 miliar dollar AS atau setara Rp 114 triliun, bahkan perhitungan lainnya, investasinya bisa bengkak lagi mencapai Rp 118 triliun.
Angka tersebut membengkak dari rencana awal hanya sebesar 6 miliar dollar AS sesuai perhitungan pihak China.
Baca juga: Jakarta Terendam Banjir, Mulai Besok Mega Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung Dihentikan
Proyek ini juga seharusnya rampung pada 2019, namun diperkirakan baru selesai pada pertengahan 2023.