Berita Jembrana
Pasca Bencana Banjir Bandang di Jembrana, Rencana Warga Akan Dibuatkan Rumah Tipe 36 M2
Lurah Tegal Cangkring, Gusti Ngurah Eka Armadi, mengatakan hingga saat ini warga yang diusulkan mendapat relokasi sedang dalam tahap sosialisasi.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Petugas dari desa atau kelurahan terdampak bencana alam, banjir bandang Sungai Bilukpoh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. Hingga saat ini masih melaksanakan pendataan.
Adalah pendataan warga terdampak bencana alam, yang diusulkan untuk mendapat relokasi.
Namun, dari hasil sementara, sebagian warga masih memilih menetap di rumah lama mereka.
Tetapi ada pula warga yang segera ingin direlokasi.
Sebab, hampir sebulan berlalu, bencana alam banjir bandang di DAS Bilukpoh masih menyisakan trauma yang mendalam.
Terutama mereka yang lokasi rumahnya berdekatan, dengan aliran sungai.
Apalagi, rata-rata mereka telah mengalami peristiwa tersebut sebanyak tiga kali.
Baca juga: Jembatan Bilukpoh Jembrana Segera Diuji Mendetail, Pastikan Kondisinya Masih Aman
Baca juga: Amor Ing Acintya, Siswi SMAN 2 Mendoyo, Korban Terseret Arus Sungai Bilukpoh Diaben Hari Ini

Lurah Tegal Cangkring, Gusti Ngurah Eka Armadi, mengatakan hingga saat ini warga yang diusulkan mendapat relokasi sedang dalam tahap sosialisasi dan pendataan.
Namun, untuk kunjungan ke lokasi relokasi masih menunggu petunjuk lebih lanjut.
"Untuk rencana ke lokasi masih menunggu petunjuk dari pimpinan.
Rencananya nanti sekalian atau berbarengan, ke lokasi relokasi itu (tanah Pemprov)," kata Eka Armadi saat dikonfirmasi, Selasa 8 November 2022.
Menurutnya, sejak wacana relokasi tersebut menguat dari pemerintah, pihaknya langsung menurunkan tim untuk terjun ke lapangan.
Ia menerapkan sistem jemput bola ke masing-masing warga terdampak.
Tujuannya adalah untuk mengetahui keinginan warga langsung.
Apakah ingin direlokasi atau masih ingin tetap tinggal di rumahnya saat ini.
