G20 di Bali
Jelang KTT G20 Omzet Krisna Oleh-Oleh Meningkat, Sejumlah UMKM Bali Dipercaya Buat Souvenir Delegasi
Jelang KTT G20 Omzet Krisna Oleh-Oleh Meningkat, Sejumlah UMKM Bali Dipercaya Buat Souvenir Delegasi
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Fenty Lilian Ariani
Ni Wayan Erni Lestari, pemasok kaos barong dari Gianyar, bahkan kini mengaku kewalahan dengan pesanan.
“Senang sekali dan astungkara (semoga) tetap menjadi favorit oleh-oleh dari Bali,” ungkapnya.
Selain kaos barong, beberapa makanan dan minumam juga pilihan wisatawan.
Misalnya, pie susu, pia, kacang, kopi bubuk arabika, robusta serta biji kopinya masuk daftar unggulan di toko penyedia oleh-oleh.
Begitu pula oleh-oleh berupa lukisan dan pernak pernik dari bambu.
“Kami selalu memeriksa ketersediaannya agar jangan sampai kosong dan mengecewakan tamu yang datang,” jelas Bhuana.
Semangat UMKM
Sementara Zian dari usaha Keben Bali, mengaku telah mendapatkan pemesananan sebanyak 700 keben (anyaman bambu yang berbentuk menyerupai kubus).
Pemesannya dari salah satu hotel tempat delegasi G20 menginap, di Nusa Dua.
“Saya senang sekali ikut dapat berkah dari kegiatan G20 ini. Soalnya, lama saya tidak mendapat pemesanan seperti semenjak terhenti karena pandemi,” ungkap Zian.
Keben, merupakan kerajinan anyaman dari bambu yang memiliki beragam ukuran.
Anyaman ini biasa dipakai masyarakat lokal Bali untuk meletakkan sesaji berupa makanan dibawa ke pura, atau menyimpan barang lainnya.
Belakangan, keben mulai bervariasi ukuran, warna dan bergambar.
Zian mendapatkan pemesanan keben warna warni dengan ukuran panjang sisi-sisinya 24 sentimeter.