G20 di Bali

Terkonfirmasi Ada Penerbangan Dari Rusia ke Bali Untuk KTT G20, Ini Kata Dirut Angkasa Pura I

Terkonfirmasi ada penerbangan dari Rusia ke Bali untuk KTT G20, ini kata Dirut Angkasa Pura I.

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi saat ditemui pada Rabu 9 November 2022 di gedung VVIP Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Selama penyelenggaraan KTT G20 Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali memastikan saat melayani penerbangan VVIP, pelayanan penerbangan komersial tetap berjalan seperti biasa.

"Untuk penerbangan kita sudah atur sedemikian rupa sehingga tidak menganggu reguler flight. Karena reguler flight juga membawa delegasi sehingga kita atur penerbangannya memang ada beberapa terdampak VVIP penerbangannnya sehingga pesawatnya delay," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I , Faik Fahmi saat ditemui di gedung VVIP Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Rabu 9 November 2022.

"Tapi sudah kita info dari awal sehingga harapannya nanti penumpang ke Bandara nya juga sudah menyelesaikan dengan schedule yang baru," sambungnya.

Kedatangan VVIP melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai akan mulai berlangsung ditanggal 13 hingga 15 November dinihari dengan jumlah VVIP sebanyak 38 pesawat dan pengaturan slot time sudah diatur sedemikian rupa.

Kemudian keberangkatan mereka meninggalkan Bali mulai ditanggal 16 November mendatang namun informasi jadwal lengkapnya enggan disampaikan olehnya.

"Saya belum dapat info lengkapnya. Jadi kita atur sedemikian rupa seperti dari sisi ground time nya, biasanya pesawat komersial disini ground timenya bisa dua sampai tiga jam. Kita batasi dengan waktu tertentu sehingga efisien pengelolaan operasionalnya," imbuh Faik Fahmi.

Baca juga: Genjot Energi Terbarukan, SUN Energy Pasang PLTS Berkapasitas 97 kWp di Nusa Dua Jelang KTT G20

Disinggung berapa lama maksimal delay atau keterlambatan terbang selama periode penyesuaian operasional penerbangan, Faik Fahmi menyampaikan satu sampai dua jam.

"Kalau sampai dalam konteks membatalkan penerbangan (cancel flight) itu tidak ada. Adanya penundaan saja estimasi delay tidak terlalu lama paling satu sampai dua jam kalau dari skenario yang kita siapkan," imbuhnya.

 

Mengenai kedatangan VVIP Rusia atau Kepala Negara Rusia Vladimir Putin informasi awal akan hadir tetapi terakhir ini tidak akan sebanyak itu (10 pesawat dari Rusia).

"Informasi yang kita dapat ada satu penerbangan (dari Rusia) tapi mungkin bukan Rusia. Kita kan lebih ke koordinasi teknis bagaimana ground handlingnya dan lain sebagainya. Memang ada penerbangan Rusia tapi mungkin bukan Presiden nya, tapi ini kita belum tahu," ungkap Faik Fahmi.

Dari informasi total tamu VVIP untuk menghadiri KTT G20 yang akan mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali 18 Kepala Negara anggota G20, tambahan 9 Kepala Negara yang diundang khusus pada KTT G20, dan tambahan lagi 10 kedatangan VVIP dari Kepala Negara, Kepala Lembaga Dunia dan Tokoh Dunia.

Sehingga total dijumlah ada sekitar 38 pesawat yang mengangkut VVIP, dari anggota negara G20 yang belum konfirmasi hadir adalah dari Uni Eropa dan Argentina.

"18 Kepala Negara sudah confirm detailnya ke Kemlu ya domainnya disana. Kita hanya mengatur sisi teknisnya saja," ucap Faik Fahmi.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan melakukan pembatasan penerbangan reguler dari dan ke Bali mulai 13-17 November 2022, dalam rangka menyeimbangkan penerbangan VVIP para delegasi G20, dengan penerbangan reguler domestik dan internasional. 

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengatur kembali perjalanan, dan mengantisipasi adanya perubahan jadwal penerbangan dari dan ke Bali,” ujar Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati.

Kemenhub telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Dirjen Perhubungan Udara Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Pengaturan Operasional Penerbangan Selama Penyelenggaraan KTT G20 di Bandara Ngurah Rai, Bali. 

Baca juga: Alutsista 3 Matra TNI Akan Amankan G20 di Bali, Dari Kapal Perang KRI, Jet Tempur F-16 dan Sukhoi

SE ini diterbitkan sebagai pedoman para pemangku kepentingan di sektor transportasi untuk melakukan pengaturan penerbangan.

SE ini mengatur sejumlah hal yakni: jam operasional ditetapkan selama 24 jam dan penerbangan komersial dilarang melakukan parkir menginap (Remain Over Night/RON). 

Adapun penerapannya akan dimulai pada 12-18 November 2022 di Bandara I Gusti Ngurah Rai

Sedangkan, pemberlakukan pembatasan operasi penerbangan (limited operation) untuk penerbangan reguler diterapkan mulai 13-17 November 2022.

Berdasarkan data yang diperoleh, puncak kedatangan tamu negara (VVIP) diperkirakan terjadi mulai 13 dan keberangkatan pada 16 November 2022.

Untuk mengantisipasi hal ini, Kemenhub telah melakukan koordinasi intensif dengan kementerian/lembaga terkait dan semua stakeholder penerbangan. 

“Kami telah mengimbau para operator baik bandara maupun maskapai, untuk proaktif memberikan informasi sejelas-jelasnya kepada pelanggannya, sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada Surat Edaran. Seperti misalnya, informasi perubahan jadwal penerbangan, penundaan, pembatalan, kompensasi, proses refund, dan sebagainya,” tutur Adita.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi Kementerian Perhubungan dengan kementerian/lembaga terkait serta stakeholder penerbangan, maka operasional penerbangan diprioritaskan kepada penanganan penerbangan VVIP sesuai dengan ketentuan regulasi, tapi di sisi lain tetap menjaga kebutuhan operasional penerbangan reguler dalam jumlah terbatas. 

“Mengingat beberapa tamu negara dan delegasi G20 masih ada yang menggunakan penerbangan reguler. Selain itu ditetapkan juga penerbangan menuju Bali, hanya melalui Bandar Udara Soekarno Hatta (CGK-DPS-CGK),” jelasnya. 

Baca juga: Update G20 di Bali : Mulai Dari SPKLU, Ruang Terbuka Hijau Disiapkan Pelabuhan Benoa Denpasar 

KTT G20 akan dihadiri sejumlah pihak, di antaranya yakni, negara anggota G20, negara yang diundang, organisasi internasional seperti (FIFA, IOC, Atlantic Council, Tesla, World Economic Forum).

“Untuk itu kami mohon dukungan masyarakat untuk bersama-sama mendukung kesuksesan Indonesia yang memegang Presidensi penyelenggaraan KTT G20 tahun ini,” kata Adita. 

Sebagai tuan rumah, tentunya harus dipastikan pelaksanaan pengaturan penerbangan mulai dari kedatangan sampai keberangkatan berjalan dengan aman, tertib dan lancar, serta meminimalkan dampak gangguan terhadap pelayanan penerbangan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved