G20 di Bali

Wellness Indonesia Jadi Kekuatan UMKM Masa Depan Lewat Ajang G20

Wellness Indonesia Jadi Kekuatan UMKM Masa Depan Lewat Ajang G20. Indonesia memiliki kekayaan biodiversity beraneka ragam

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Fenty Lilian Ariani
Dok. Humas Kementerian Koperasi dan UKM
Wellness Indonesia Jadi Kekuatan UMKM Masa Depan Lewat Ajang G20 

Bahkan, World Health Organization (WHO) menyebutkan, pada 2030 total populasi global yang terdampak penyakit kronik, akibat gaya hidup tidak sehat akan bertumbuh 70 persen.

"Menariknya, Indonesia memiliki sebuah keunggulan domestik yang dapat menjadi bagian dari solusi atas permasalahan tersebut yaitu, wellness," kata MenkopUKM.

Menteri mengaku pernah berdiskusi dengan beberapa pelaku wellness. 

Ia memahami bahwa Indonesia memiliki begitu banyak narasi wellness yang dapat dieksplorasi. Contohnya, Jawa Wellness dan Bali Wellness.

"Beberapa waktu lalu di Tawangmangu, Solo, saya mempraktikkan Beksan dan saya merasakan sekali manfaatnya," kata MenkopUKM menceritakan pengalamannya.

Menteri Teten mengungkapkan, aktivitas dan program fisik seperti Beksan merupakan bagian subsektor dari industri wellness global dengan nilai setidaknya 828 miliar dolar AS, atau lebih dari Rp12 ribu triliun.

Aspek perawatan tubuh, kecantikan, hingga anti-aging, merupakan bidang wellness dengan porsi terbesar yang tercatat 2021, menurut Global Wellness Institute mencapai 1.083 miliar dolar AS atau sekitar Rp16 ribu triliun.

 "Sektor ini mulai banyak diramaikan pelaku brand lokal," kata MenkopUKM.

Produk pangan sehat, organik, nutrisi tinggi, dan penurun berat badan, menempati sektor ketiga dengan porsi terbesar dengan nilai global mencapai 702 miliar dolar AS atau lebih dari Rp10 ribu triliun.

Di Indonesia, para pelaku organik terus bertumbuh. 

Misalnya saja telah berkembang brand lokal yang semakin populer yakni Javara, Lewi’s Organic, dan lain-lain. 

"Fakta-fakta tersebut menjadi justifikasi krusial untuk mempersiapkan UMKM masa depan Indonesia yang bergerak di sektor wellness," tambah Menteri Teten.

MenkopUKM menambahkan, pada 1 November 2022 Presiden RI Joko Widodo sudah menandatangani PP Nomor 41 Tahun 2022 yang menetapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur yang bergerak di aspek kesehatan dan pariwisata.

"Saya melihat industri wellness Indonesia memiliki posisi tawar kuat untuk dapat mengoptimalkan KEK Sanur ini dengan baik," ujar MenkopUKM.

MenkopUKM bersepakat, dengan mengoptimalkan KEK Sanur yang dikelola Injourney, maka akan mampu menghadirkan jasa dan pengalaman tradisi wellness yang terhubung dengan ekosistem layanan kesehatan di KEK Sanur.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved