Polisi Tembak Polisi

Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan Serentak Ungkap Keterlibatan Kabareskrim dalam Tambang Ilegal

Terdakwa dalam kasus obstruction of justice Hendra Kurniawan ikut angkat suara soal adanya dugaan keterlibatan Kabareskrim dalam kasusu tambang ilegal

Tribunnews
Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan Serentak Ungkap Keterlibatan Kabareskrim dalam Tambang Ilegal 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Terdakwa dalam kasus obstruction of justice Hendra Kurniawan akhirnya ikut angkat suara soal adanya dugaan keterlibatan Kabareskrim dalam tambang illegal.

Hendra Kurniawan membenarkan kasus tambang batu bara ilegal di Kalimantan yang melibatkan Kepala Badan Reserse Kriminal ( Kabareskrim) Polri Komjen Agus Andrianto.

Sebelumnya, Ferdy Sambo juga sempat membenarkan dugaan tersebut dan mengungkapkan semua bukti sudah ada dan meminta menanyakan langsung ke pejabat yang berwenang.

Terkuaknya kasus ini membuat nama Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto semakin dipertanyakan mengingat ada dugaan penyaluran dana lebih dari Rp6 Miliar.

Baca juga: Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Buat Penegasan Soal Uang Rp 200 Juta, Bukan Milik Brigadir J

Menurut Hendra berdasarkan data yang diperoleh dari LHP yang ditandatangani mantan Kepala Kepala Divisi (Kadiv) Propam Polri Ferdy Sambo pada 7 April 2022, ada keterlibatan Kabareskrim.

“(Keterlibatan Kabareskrim) ya kan sesuai faktanya begitu,” ujar Hendra ditemui saat akan sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis 24 November 2022 lalu.

Kendati begitu, Hendra meminta awak media untuk menanyakan lebih detail kepada pejabat Divisi Propam yang saat ini menangani kasus tersebut.

Ia hanya membenarkan adanya LHP yang diduga melibatkan Jenderal Bintang Tiga di Mabes Polri itu.

“Betul itu, itu betul, tanya pejabat yang berwenang saja, kan ada datanya,” jelas Hendra.

Baca juga: Ferdy Sambo Benarkan Kabareskrim Agus Andrianto Terlibat di Kasus Tambang Ilegal Ismail Bolong

Sebelumnya, eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo juga telah membuka suara terkait kasus tambang batu bara ilegal yang diduga melibatkan Kabareskrim.

Saat selesai menjalani persidangan kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, Ferdy Sambo menyempatkan menjawab pertanyaan awak media terkait hal itu.

Dia membenarkan bahwa surat laporan hasil penyelidikan yang ditandatangani 7 April 2022 terkait tambang ilegal tersebut ada.

"Kan ada itu suratnya," ujar Sambo kepada awak media di PN Jakarta Selatan, Selasa 22 November 2022 lalu.

"Ya sudah benar itu suratnya," sambung dia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved