Pengamat Politik Menilai Sosialisasi Lewat Baliho Kurang Efektif Bagi Pemilih Generasi Z

Pengamat Politik Menilai Sosialisasi Lewat Baliho Kurang Efektif Bagi Pemilih Generasi Z

Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Fenty Lilian Ariani
Tribun Bali/Ida Bagus Putu Mahendra
Suasana pemaparan hasil survey oleh Dr. Kadek Dwita Apriani, S.Sos., M.I.P. (tengah) dan Dr. Ni Made Ras Amanda Gelgel, S.Sos., M.Si. (kanan) dalam acara acara FGD dan diseminasi hasil survey kepedulian generasi Z pada Pemilu 2024 yang digelar KPU Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, NUSA DUA - Pengamat Politik sampaikan pandangannya soal sosialisasi dan penyebaran informasi melalui baliho kepada generasi Z.

Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Kadek Dwita Apriani, S.Sos., M.I.P. selaku pengamat politik dan Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana dalam acara FGD dan diseminasi hasil survey kepedulian generasi Z pada Pemilu 2024 yang digelar oleh KPU Bali pada Kamis 24 November 2022.

Berdasarkan survey yang digelar oleh Dr. Kadek Dwita Apriani, S.Sos., M.I.P., Dr. Ni Made Ras Amanda Gelgel, S.Sos., M.Si dan sejumlah Dosen FISIP Universitas Udayana, penyebaran informasi melalui baliho dinilai kurang efektif.

Hal tersebut diukur dari durasi perjalanan sampel (generasi Z) dari kediamannya menuju sekolah yang bersangkutan.

Pasalnya, dari 1.800 sampel generasi Z yang didominasi oleh pelajar kelas 1 SMA di Bali, sebagian besar membutuhkan waktu untuk menuju ke sekolahnya selama 15 hingga 30 menit.

“Bayangkan kalau orang pergi ke sekolah pagi-pagi, dia hanya punya waktu 15 sampai 30 menit di jalan, apakah kira-kira mereka akan memperhatikan baliho yang bapak/ibu pasang ? Agak sulit,” ucap Kadek Dwita saat pemaparan hasil survey di Plagoo Holiday Hotel, Nusa Dua, Bali.

Bahkan, sebanyak 42 persen dari jumlah sampel menyebut, durasi perjalanan menuju sekolahnya, kurang dari 15 menit.

Ia menambahkan, kebiasaan generasi Z pada saat menunggu traffic light yakni membuka ponsel masing-masing.

“Bahkan 42 persen dari responden menyatakan bahwa waktu tempuh mereka ke sekolah kurang dari 15 menit. Apa yang mereka kira-kira lihat di jalan ?”

“Pas lampu merah, mereka buka handphone. Nggak lihat baliho atau yang lainnya,”

Sementara itu, Dr. Ni Made Ras Amanda Gelgel, S.Sos., M.Si selaku Wakil Dekan I FISIP Universitas Udayana yang sekaligus menjadi Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Udayana menambahkan, generasi Z lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain ponsel.

Ras Amanda menyarankan, sosialisasi atau penyebaran informasi yang dilakukan oleh KPU sebaiknya melalui media sosial.

Pasalnya, sebagian besar generasi Z dapat menggunakan ponselnya selama 3 hingga 5 jam per hari.

Berdasarkan hasil survey yang dijabarkan oleh Dr. Ni Made Ras Amanda Gelgel, S.Sos., M.Si, sebanyak 93 persen generasi Z telah memiliki akun media sosial instagram.

“Adik-adik kita ini menggunakan gadget itu 3 sampai 5 jam. Temen-temen KPU dan Partai kalau mau main, sosialisasi atau kampanye, mainnya di instagram. Karena 93 persen mereka (generasi z) bermain di instagram,” pungkas Dr. Ni Made Ras Amanda Gelgel, S.Sos., M.Si.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved